jump to navigation

Membangun Cinta.. September 17, 2013

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Menikah dengan orang yang kita cintai itu sebuah KEMUNGKINAN..

Mencintai orang yang kita nikahi, itu sebuah KEPUTUSAN..

Terus belajar mencintai orang yang
sudah (lama) kita nikahi, itu sebuah
PERJUANGAN..

Berani merasakan sakitnya untuk kembali membangun rasa cinta
kepada orang yang kita nikahi, itu sebuah KEBERANIAN..

Mau memaafkan pasangan yang kita nikahi itu sebuah KEMULIAAN..

Melandaskan semua cinta hanya kepada Allah, itu sebuah
KESEMPURNAAN..

Sumber: Sekolah Pernikahan

Advertisements

Cerita ‘Roda’ November 17, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia, tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei….semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

~Author Unknown~

Sahabatku, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu ditekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu.

Sahabatku, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!

(sumber: kembang anggrek)

Kekuatan Istighfar October 7, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’.” (TQS. Nuh: 10-12).

Anif Sirsaeba dalam bukunya “Berani Kaya, Berani Takwa” memberikan penjelasan tentang ayat yang saya kutip diatas. Mari kita belajar bersama.

Beliau mengutip pernyataan Imam al-Qurthubi rahimahullah tentang ayat diatas, “Dalam ayat itu terdapat bukti-bukti yang jelas bahwa memohon ampun adalah salah satu penyebab turunnya rizki dan hujan.”

Juga Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah, beliau berkata, “Ayat itu menunjukkan, jika anda bertobat pada Allah, memohon ampun kepada-Nya, dan mematuhi perintah-Nya, maka rizki anda akan bertambah, dan anda akan diberi makan dari berkah-berkah dari langit (hujan), dan buah-buahan dari bumi yang tumbuh untuk anda, dan hasil-hasil panen yang akan tumbuh, dan tetek sapi akan penuh susunya, semuanya untuk anda! Dan Dia akan memberikan kepada anda harta benda, kekayaan dan anak-anak. Dia juga akan memberi anda kebun-kebun dari segala macam buah-buahan, dan mengadakan didalamnya sungai-sungai kecil.”

Begitulah tafsir dari dua imam besar tentang ayat Allah diatas. Allah dengan sangat gamblang melalui lisan Nabi Nuh ‘alaihissalam menunjukkan kunci sukses kehidupan kita, di akhirat dan juga di dunia, yaitu dengan selalu memohon ampun kepada-Nya. Dengan istighfar, pintu rezeki dari bumi dan langit akan terbuka, rahmat dan barakah akan mendatangi kita. Luar biasa!

Mari kita simak beberapa cerita dari salafush shalih berikut, yang menunjukkan begitu hebatnya kekuatan istighfar.

Suatu hari Umar ibn Khaththab radhiyallahu ‘anhu memanggil orang-orang agar berkumpul di lapangan. Saat itu musim paceklik lagi dahsyat-dahsyatnya. Penderitaan terjadi dimana-mana. Karena itulah khalifah mengumpulkan mereka. Mereka diajak menunaikan shalat Istisqa’ bersama-sama. Dalam shalat istisqa’ itu, semua orang memohon ampun pada Allah subhanahu wa ta’ala atas dosa-dosa mereka. Saat semua orang memohon ampun itu, Umar berdoa, “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” Dan Maha Besar Allah, tak selang berapa lama, hujan pun turun dari langit.

Ada lagi cerita lain yang juga menarik. Suatu hari ada seseorang datang pada Imam Hasan al-Bashri rahimahullah. Ia mengeluh tentang musim paceklik. “Mohon ampunlah pada Allah agar musim paceklik cepat berlalu,” kata Hasan al-Bashri rahimahullah menasihati.

Di lain hari, ada lagi orang yang datang padanya, dan memintanya berdoa pada Allah agar menganugerahinya seorang anak. “Mohon ampunlah pada Allah agar kau segera punya anak,” jawab Hasan al-Bashri rahimahullah.

Di hari berikutnya, ada lagi orang ketiga yang datang padanya. Orang itu berkeluh kesah tentang tanamannya yang tak kunjung berbuah. Apa kata Imam Hasan al-Bashri rahimahullah? Dengan tegas beliau menasihati, “Mohon ampunlah pada Allah agar tanamanmu cepat berbuah.”

Mengamati jawaban-jawaban Imam Hasan al-Bashri rahimahullah itu, salah satu murid beliau bertanya, “Wahai guru kami, ada tiga orang yang berbeda datang kepadamu dengan keluh kesah yang berbeda pula, tetapi mengapa anda masih saja menjawab mereka dengan jawaban yang sama, yakni, mohon ampunlah pada Allah!?”

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah langsung menjawab, “Aku tidak menjawab hal itu dari diriku sendiri. Allah telah berfirman dalam Surah Nuh, ‘Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’”

Di akhir tulisan ini, marilah kita simak sabda Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.

“Barangsiapa yang senantiasa memohon ampun, Allah akan membuatkan untuknya, untuk setiap duka cita, sebuah kebahagiaan, dan untuk setiap situasi yang sulit, sebuah jalan keluar, dan Dia akan menambahnya dengan makanan dari tempat yang tiada ia sangka-sangka datangnya.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Sumber: abufurqan.com

Sebuah Do’a Suami untuk Istri Tercinta August 31, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
1 comment so far

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiiin… Ashsholaatu wassalaamu ‘alaa rosuulillaah… 

Terimakasih, yaa Robbiii… Engkau telah menyatukan kami dalam ikatan pernikahan ini. Menghalalkan yang sebelumnya belum halal atas kami. Mengharamkan yang sebelumnya belum haram atas kami. Mengikuti sunnah Rasul-Mu. Menyempurnakan separuh dien-Mu. Menyemai ibadah dalam bilik kemesraan kami. Sembari terus–menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu… 

Penantian panjang yang kami jalani dengan harap-harap cemas bersama doa-doa yang dilantunkan di sudut hening malam, di pagi berkabut, maupun di terik siang yang membakar peluh, telah Engkau usaikan dalam majelis pernikahan yang sederhana dan takzim itu. Ijab Qabul dan Ikrar suci yang diucapkan lirih pada sore hari itu, merambatkan segala rasa yang terpatri dalam di lubuk batin kami. Menggema memenuhi rongga kepala dan hati kami. Hingga air mata haru dan isak tangis kami pun tak kan mampu melukiskannya. 

Sembari terus-menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu, atas dosa-dosa yang telah dan mungkin akan terjadi, kami memohon kepada-Mu, dengan segenap harapan dan kerendahan hati, sudilah kiranya Engkau menuntun kami ke jalan yang Engkau ridhoi. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang Engkau murkai. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang sesat. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang dzhalim. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang fasik. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang kafir. Selamatkanlah kami dalam kehidupan kami di dunia dan di akhirat kelak. 

Yaa Robbiii… Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Jadikanlah ia isteri yang taat kepadaku dalam perjalanan menggapai ridho-Mu. Jauhkanlah ia dari sifat-sifat buruk dan bejat, dari sifat ujub dan khianat, dari sifat dzhalim dan fasik, dan sifat-sifat yang mendatangkan murka-Mu. Jadikanlah ia isteri shalehah, sebaik-baik perhiasan dunia bagiku. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut ilmu. Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan. 

Yaa Robbiii… Jadikanlah aku imam bagi keluargaku. Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau ridhoi. Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari tanggung jawabku, dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik, dari sifat ujub dan khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu. Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini. Bimbinglah kami, yaa Robbal ‘aalamiiin… 

Yaa Robbiii… Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari. Ampunilah dosa Ibu dan Bapak kami. Ampunilah dosa saudara-saudara kami. Ampunilah dosa kerabat-kerabat kami. Ampunilah dosa sahabat-sahabat kami. Ampunilah dosa guru-guru kami. Ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. 

Yaa Robbiii… Karuniailah kami keturunan yang shaleh dan shalehah. Anak-anak yang taat menjalankan perintah-Mu dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Karuniailah kami keturunan yang akan teguh memperjuangkan tegaknya dien-Mu di bumi ciptaan-Mu ini. 

Yaa, Robbiii… Karuniailah kami keturunan yang menggenggam erat sunnah Rasul-Mu. Memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam di persada bumi ini. Generasi yang siap mengorbankan segala yang ada padanya untuk mempertahankan aqidahnya, memperjuangkan al-Haq dan mengingkari al-bathil. 

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar…Allohummaghfirlanaa bikaroomika ajma’iiin, watubuwazaqi wa’fu ‘an man yaquulu aamiiin aamiiiin aaamiiin…. Washollollohu ‘alaa sayyiidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi ajma’iiinWalhamdulillahi robbil ‘aalamiiin… 

Hamba dalam siluet senja itu, Tertangkup tangan doa bahagia untuknya, Terbisik harapan pada Robbi…

Ya Allah…. Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya, Beralas cinta berujung surga. Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu, Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu, Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama, Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu, Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru, Dalam dzikir yang tiada akhir, Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu.. Menyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami, Yang menetapkan kami menjadi Akhlakul Karimah Rohmatan lil Alamin.. 

Ya Allah….Tak kupinta dia untuk sempurna..Tapi jadikan kami sempurna tuk saling mengisi kekurangan kami..Tak kupinta dia datang dengan kesombongan atas apa yang diraihnya..Tapi datangkan Ia dengan ketulusan cinta hanya kerana-MuAgar kudapatkan kebaikan dunia, agama dan akhiratku…..Aamiin ya Rabbal’Alamin… 

Ya Allah…Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya ..

Aamin ya Rabbal’Alamin…..

(Sumber: catatan Strawberry on FB)

Jika Awal Puasa Beda, Harus Ikut Mana..? July 20, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Itu terjadi karena perbedaan dalam menentukan awal dan akhir bulan hijriyah, yang ditandai dengan hilal. Hilal itu sendiri hanya dapat terlihat setelah proses ijtima’, yaitu proses ketika bulan berada satu kedudukan dalam satu garis dengan matahari dan bumi. Ketika ijtima’ terjadi, bulan berada di antara bumi dan matahari.

Pada saat bulan bergeser dan sebagian permukaannya menerima cahaya matahari yang terlihat berbentuk seperti lengkuk cahaya yang sangat halus, itulah yang dinamakan hilal.

Perbedaan acuan dalam menafsirkan metode penentuan awal bulan telah melahirkan dua aliran besar, yaitu ru’yah dan hisab.

Pertama, aliran ru’yah. Secara terminologi, ru’yah adalah kegiatan untuk melihat hilal (penampakan bulan sabit) di ufuk langit sebelah barat sesaat setelah matahari terbenam untuk menentukan permulaan bulan baru. Dalam konteks ini, hilal menempati posisi sentral sebagai penentu bulan baru dalam kalender Hijriah. Hal ini sebagaimana firman Allah:

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia… (QS. Al Baqarah: 189)

Di dalam aliran ru’yah sendiri terdapat perbedaan dalam penentuan irtifa’ (ketinggian) bulan. Satu kelompok berpendapat bahwa hilal dapat dilihat bila irtifa’ nya minimal 2 derajat.

Kelompok lainnya menyatakan irtifa’ itu tidak boleh kurang dari 6 derajat. Berdasarkan metode ini, masing-masing kelompok berijtihad dalam penentuan tanggal 1 Syawal. Adapun yang menjadi landasan aliran ru’yah adalah hadits Rasulullah:

Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan (awal Ramadhan). Dan berbukalah kamu sekalian karena melihat bulan (Idul Fitri). Bila hilal tertutup awan di atasmu, maka genapkanlah ia menjadi tiga puluh hari. (HR. Muslim)

Kedua, aliran Hisab. Hisab merupakan proses penetapan awal bulan dengan menggunakan metode ilmu hitung menghitung. Dasar pijakan aliran Hisab adalah Firman Allah:

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). {QS. Yunus: 5}

Aliran ini mulai berkembang sejak masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8 M). Menurut aliran hisab, ru’yah dapat dipahami melalui prediksi/perkiraan posisi bulan dalam ilmu hisab. Awal dan akhir bulan tidak ditentukan oleh irtifa’ (ketinggian) hilal. Jika menurut ilmu hisab hilal telah tampak, berapa pun ketinggiannya maka hitungan bulan baru sudah masuk.

Demikianlah penjelasan mengapa terjadi perbedaan-perbedaan dalam penetapan bulan baru Hijriah di kalangan umat Islam. Namun kedua hal tersebut memiliki pijakan yang kuat berdasarkan Al Quran dan Hadits.

Pilihlah menurut keyakinan dan bila terjadi perbedaan dalam memilihnya, pilihlah pendapat yang menyempurnakan bulan sya’ban 30 hari atau ramadhan 30 hari, sesuai hadits Rasulullah saw. “bila bulan sabit (hilal) terhalang awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan tersebut tiga puluh hari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu a’lam

(dari beberapa sumber)

Life Time Lesson July 19, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung. Jadi, waktu berputar kapan saja. Tidaklah pada tempatnya merendahkan siapapun dalam hidup. Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kita sendiri. Kita mungkin berkuasa tapi waktu lebih berkuasa daripada kita…..

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.

Jadi…… Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.

Semoga bermanfaat.

Mendo’akan Orang Lain April 9, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Seperti biasa, pada sepertiga malam terakhir, Sayyidah Fathimah (putri kesayangan Rasulullah saw) senantiasa melaksanakan shalat tahajud di rumahnya. Terkadang, ia menghabiskan malam-malamnya dengan Qiamulail dan doa. Hasan bin Ali, putranya, sering mendengar munajat sang bunda.

Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, “Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?”

Fathimah menjawab dengan lembut, “Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah Ta’ala, Tuhan kita?”

—Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, “Aamiin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu.”— (HR Muslim dan Abu Dawud)

Hanya Ada Tiga Hari Dalam Hidup Ini March 2, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Yang Pertama : HARI KEMARIN…
Kita tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi …
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan ….
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan ..;
dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin …
Biarkan hari kemarin lewat ..;
LEPASKAN saja….

Yang kedua : HARI ESOK …
Hingga mentari terbit esok hari, ..
Kita tak tahu apa yang akan terjadi …
Kita belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari …
Kita tak mungkin tahu .., sedih atau ceria di esok hari …
Karena Esok hari belumlah tiba ..;
BIARKAN saja …

Yang tersisa kini hanyalah : HARI INI …
Pintu masa lalu telah tertutup …
Pintu masa depanpun belum tiba …
Pusatkan saja diri kita untuk hari ini …
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini …,
Bila kita mampu melupakan hari kemarin …
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari …

Hiduplah HARI INI …
Karena, masa lalu .. dan masa depan .. hanyalah permainan pikiran yang rumit ….

Hiduplah apa adanya …
Karena yang ada hanyalah hari ini …
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati .. dan rasa hormat ..,
Meski mereka berlaku buruk kepada kita …

Sayangilah seseorang sepenuh hati hari ini .., karena mungkin besok cerita sudah berganti ….

Ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan pada orang lain …
bukan karena siapa mereka …, tetapi karena siapakah diri kita sendiri ….

Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekang kita …
Atau masa depan membuat kita bingung ….

Apapun juga yang kita perbuat .., perbuatlah dengan segenap hati … Sepenuh jiwa raga ..

Berterima kasihlah pada orang yang telah melukai hati kita .., karena dia telah membuat hati kita menjadi kuat ….

Berterima kasilah pada orang yang telah membohongi kita .., karena dia membuat hidup kita makin bijaksana …

Berterima kasihlah pada orang yang membenci kita .., karena dia yang mengasah ketegaran kita …

Berterima kasihlah pada orang yang telah menyayangi kita .., karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidup kita …

Dan jangan lupa berterima kasihlah selalu kepada Sang Pencipta .., karena itulah KUNCI KEBERKAHAN dalam hidup kita …

Be happy .. Be healthy ….

(sumber: KembangAnggrek)

Kisah Petani dan Putrinya February 19, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Alkisah, bertahun-tahun silam di sebuah desa kecil tinggallah seorang petani yang malangnya memiliki utang sangat banyak kepada seorang lintah darat di desa itu. Si lintah darat itu, yang berhati culas, sangat menyukai putri sang petani yang cantik. Jadilah, si lintah darat mengajukan suatu perjanjian. Katanya ia akan menghapus seluruh utang sang petani jika si lintah darat itu bisa menikahi putrinya. Sang petani maupun putrinya sangat terkejut begitu mendengar usulan itu. 

Si lintah darat itu menjelaskan, ia ingin agar semuanya berlangsung “adil”. Maka, ia akan memasukkan sebutir kerikil hitam dan putih ke dalam sebuah kantong uang yang kosong. Lalu, si gadis harus mengambil satu kerikil dari kantong itu. 

1) Jika si gadis mengambil kerikil hitam, ia akan menjadi istri si lintah darat dan utang ayahnya akan dihapus.
2) Jika si gadis mengambil kerikil putih, ia tidak perlu menikahi si lintah darat tapi utang ayahnya masih bisa dihapus.
3) Jika si gadis menolak mengambil satu kerikil, ayahnya akan dipenjara.

Mereka akhirnya berdiri di sebuah jalan kecil yang penuh dengan kerikil dan terletak di halaman rumah sang petani. Saat mereka tengah berbincang-bincang, si lintah darat membungkuk untuk mengambil dua kerikil. Si gadis yang bermata tajam itu memperhatikan gerak-gerik si lintah darat. Dilihatnya si lintah darat mengambil dua kerikil hitam dan memasukkannya ke dalam kantong. Si lintah darat itu lalu meminta si gadis untuk mengambil satu kerikil dari kantong itu.

Sebelum memenuhi permintaan si lintah darat itu, si gadis menimbang-nimbang langkahnya selanjutnya. Si gadis itu akhirnya memasukkan tangannya ke dalam kantong uang dan mengeluarkan sebutir kerikil. Tanpa melihatnya, si gadis sengaja tidak memegang kerikil itu dengan benar sehingga kerikil itu tergelincir jatuh dan akhirnya bercampur dengan kerikil-kerikil lainnya di jalanan yang penuh dengan kerikil.

“Oh, ceroboh sekali saya,” katanya. “Tapi sepertinya tak jadi masalah, jika Anda melihat ke dalam kantong itu kerikil manakah yang tertinggal, Anda akan tahu kerikil mana yang baru saja saya ambil.”

Karena kerikil yang tersisa di dalam kantong adalah berwarna hitam, itu berarti si gadis telah mengambil kerikil putih. Dan karena si lintah darat itu tidak berani mengakui kecurangannya, si gadis itu akhirnya berhasil mengubah situasi yang awalnya terlihat mustahil itu menjadi keadaan yang sangat menguntungkan!

Sahabat yang Luar Biasa,

Sejatinya setiap persoalan serumit apa pun itu pasti akan ada solusinya. Hanya saja kita harus berusaha berpikir keras untuk menemukan solusi itu. Jika pikiran kita fokus, tajam, dan jernih ketika menghadapi persoalan apa pun, pasti akan ada hasil baik bagi pemecahan masalah itu. Namun sebaliknya, jika pikiran kita terlalu gelisah, sedih, dan kacau, otak kita akan kehilangan kemampuanya untuk berpikir positif dan akhirnya segala sesuatunya jadi terlihat kosong, suram, dan gelap tanpa memunculkan solusi apa pun.

Hal penting lainnya adalah memahami persoalannya, maka jawabannya akan muncul dengan sendirinya karena jawaban itu sebenarnya “tidaklah terpisahkan” dari masalahnya.

Salam sukses luar biasa! 

(sumber: AndrieWongso.com)

Berat Beban Kita February 15, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat sebuah segelas berisi air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan membawa pulang beban. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

============ ==
*Moral kisah*:

Bukan berat beban yang membuat kita stres, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.

(Stephen Covey )