jump to navigation

Kekuatan Istighfar October 7, 2012

Posted by tintaungu in Reksa.
trackback

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’.” (TQS. Nuh: 10-12).

Anif Sirsaeba dalam bukunya “Berani Kaya, Berani Takwa” memberikan penjelasan tentang ayat yang saya kutip diatas. Mari kita belajar bersama.

Beliau mengutip pernyataan Imam al-Qurthubi rahimahullah tentang ayat diatas, “Dalam ayat itu terdapat bukti-bukti yang jelas bahwa memohon ampun adalah salah satu penyebab turunnya rizki dan hujan.”

Juga Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah, beliau berkata, “Ayat itu menunjukkan, jika anda bertobat pada Allah, memohon ampun kepada-Nya, dan mematuhi perintah-Nya, maka rizki anda akan bertambah, dan anda akan diberi makan dari berkah-berkah dari langit (hujan), dan buah-buahan dari bumi yang tumbuh untuk anda, dan hasil-hasil panen yang akan tumbuh, dan tetek sapi akan penuh susunya, semuanya untuk anda! Dan Dia akan memberikan kepada anda harta benda, kekayaan dan anak-anak. Dia juga akan memberi anda kebun-kebun dari segala macam buah-buahan, dan mengadakan didalamnya sungai-sungai kecil.”

Begitulah tafsir dari dua imam besar tentang ayat Allah diatas. Allah dengan sangat gamblang melalui lisan Nabi Nuh ‘alaihissalam menunjukkan kunci sukses kehidupan kita, di akhirat dan juga di dunia, yaitu dengan selalu memohon ampun kepada-Nya. Dengan istighfar, pintu rezeki dari bumi dan langit akan terbuka, rahmat dan barakah akan mendatangi kita. Luar biasa!

Mari kita simak beberapa cerita dari salafush shalih berikut, yang menunjukkan begitu hebatnya kekuatan istighfar.

Suatu hari Umar ibn Khaththab radhiyallahu ‘anhu memanggil orang-orang agar berkumpul di lapangan. Saat itu musim paceklik lagi dahsyat-dahsyatnya. Penderitaan terjadi dimana-mana. Karena itulah khalifah mengumpulkan mereka. Mereka diajak menunaikan shalat Istisqa’ bersama-sama. Dalam shalat istisqa’ itu, semua orang memohon ampun pada Allah subhanahu wa ta’ala atas dosa-dosa mereka. Saat semua orang memohon ampun itu, Umar berdoa, “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” Dan Maha Besar Allah, tak selang berapa lama, hujan pun turun dari langit.

Ada lagi cerita lain yang juga menarik. Suatu hari ada seseorang datang pada Imam Hasan al-Bashri rahimahullah. Ia mengeluh tentang musim paceklik. “Mohon ampunlah pada Allah agar musim paceklik cepat berlalu,” kata Hasan al-Bashri rahimahullah menasihati.

Di lain hari, ada lagi orang yang datang padanya, dan memintanya berdoa pada Allah agar menganugerahinya seorang anak. “Mohon ampunlah pada Allah agar kau segera punya anak,” jawab Hasan al-Bashri rahimahullah.

Di hari berikutnya, ada lagi orang ketiga yang datang padanya. Orang itu berkeluh kesah tentang tanamannya yang tak kunjung berbuah. Apa kata Imam Hasan al-Bashri rahimahullah? Dengan tegas beliau menasihati, “Mohon ampunlah pada Allah agar tanamanmu cepat berbuah.”

Mengamati jawaban-jawaban Imam Hasan al-Bashri rahimahullah itu, salah satu murid beliau bertanya, “Wahai guru kami, ada tiga orang yang berbeda datang kepadamu dengan keluh kesah yang berbeda pula, tetapi mengapa anda masih saja menjawab mereka dengan jawaban yang sama, yakni, mohon ampunlah pada Allah!?”

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah langsung menjawab, “Aku tidak menjawab hal itu dari diriku sendiri. Allah telah berfirman dalam Surah Nuh, ‘Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’”

Di akhir tulisan ini, marilah kita simak sabda Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.

“Barangsiapa yang senantiasa memohon ampun, Allah akan membuatkan untuknya, untuk setiap duka cita, sebuah kebahagiaan, dan untuk setiap situasi yang sulit, sebuah jalan keluar, dan Dia akan menambahnya dengan makanan dari tempat yang tiada ia sangka-sangka datangnya.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Sumber: abufurqan.com

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: