jump to navigation

Singgasana Cinta dan Tugas October 7, 2011

Posted by tintaungu in Rona.
trackback

Seorang laki-laki kadang dihadapkan kepada kondisi dimana dia harus menentukan pilihan antara cinta dan pekerjaan atau antara cinta dan tugas.

Andre Moro mengatakan bahwa seorang wanita merasakan penderitaan ketika suaminya menghadapi kondisi demikian. Ia melawan sesuai kemampuannya. Dan penderitaan serta perlawanannya akan semakin bertambah jika pilihan suaminya jatuh pada pekerjaan dulu sebelum pada cinta.

Ini adalah hal yang wajar, seorang istri marah ketika suaminya lebih condong kepada pekerjaan daripada kepadanya. Atau ketika sang suami lebih banyak memikirkan pekerjaan daripada kehidupan rumah tangga dan keluarga.

Banyak tulisan membahas masalah ini , dan menyinggung konflik yang dihadapi sebagian suami ketika istri mereka berusaha menguasai kehidupan mereka secara penuh.

Arnold Bennet menulis sebuah sandiwara tentang seorang penerbang terkenal yang mencintai seorang wanita. Cintanya membuat ia menderita beberapa lama, sampai mimpi-mimpinya terealisasi dengan mendapatkannya. Setelah melalui berbagai hambatan mitos, akhirnya ia menikah dengan wanita yang dicintainya.

Istrinya bukan wanita biasa. Ia cantik, cerdas dan menarik serta idealis. Sejak awal keinginannya telah mengarah untuk menguasai suaminya dengan sihir yang tidak terlawankan.

Suatu hari mereka berdua pergi ke sebuah hotel digunung dan tinggal disana dengan bahagia selama beberapa masa. Hotel tersebut jauh dan hampir tidak terjangkau oleh hiruk pikuk dunia. Mereka berdua sendirian seperti halnya Adam dan Hawa berdua di surga. Dan beberapa hari yang mengagumkan itu bagaikan hidup didalam surga.

Namun suatu ketika , sang penerbang ini mendengar berita bahwa nomor seri penerbangan yang dikaguminya hampir dikalahkan oleh salah seorang pesaing, secara mendadak kondisinya berubah sama sekali. Dalam hatinya bergejolak keinginan untuk bertempur dan melawan pesaingnya. Ia memutuskan untuk keluar dari Villa tempat ia tinggal dalam kenikmatan, menuju kehidupan yang keras dan menakutkan.

Istrinya menolaknya. Ia mengutarakan dengan panjang lebar tentang cintanya dan perasaannya terhadap dirinya. Suaminya mendengarkan, tapi pikirannya disibukkan dengan pesawat, dan kompetitor barunya yang hampir menggusurnya dari tahta keunggulan dalam profesinya. Istrinya mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan orang yang akalnya disibukkan dengan hal lain. Ia menerima, bahwa suaminya harus pergi. Ia bertanya kepadanya dengan hati penuh kesedihan , “Bisakah engkau memahami pentingnya hari-hari singkat ini untukku?”

Ia melanjutkan, “Tidakkah engkau merasa , pentingnya keberadaanmu disini bersamaku mempengaruhi masa depanku sebagai wanita dan istri, yang sama pentingnya dengan penerbangan menurutmu?”

Suaminya mendengarkannya dan menggerakkan kepalanya seolah-olah menampakkan bahwa ia mengerti, padahal ia tidak mengerti. Begitulah laki- laki tersebut keluar dan membanting pintu dibelakangnya. Ia memilih kejayaan dalam profesinya, dan bukan kejayaan dalam cinta. Ia lebih memprioritaskan perang demi tugas daripada perang demi cinta.

Banyak pemikir berpendapat bahwa laki-laki akan kehilangan kejantanannya jika emosi telah menzalimi sasarannya. Para penyair kuno mendendangkan berbagai legenda tentang para pahlawan yang diperbudak cinta tapi mereka menderita tragedi manusia sambil mendendangkan lagu cinta .

Antonio telah lenyap ketika Cleopatra terpikat padanya. Tapi setelah itu ia kalah dalam pertempurannya bersama Oktavio. Samson tunduk di kedua kaki kekasihnya, lalu lenyaplah ia. Demikianlah seluruh usaha wanita menguasai laki-laki berakhir pada hilangnya bau kejantanan.

Bagaimanakah seorang istri memasuki kehidupan suaminya tanpa menguasai dan melenyapkannya?

Dengan kata lain , bagaimana seorang istri menerobos kehidupan suaminya tanpa merasakan terpaksa memilih antara ia dan profesinya atau tugasnya? Jawabannya adalah sederhana.

Kedudukan sebuah perhatian disini bagaikan tongkat sihir yang dapat menyelesaikan persamaan rumit. Seandainya sang istri memperhatikan pekerjaan suaminya, pada akhirnya pasti ia mampu menjadi tempat perlindungan terakhir bagi suaminya dan bagian utama dari pekerjaan ini.

Ada perbedaan antara penguasaan dan keikutsertaan, antara perhatian dan campur tangan. Seseorang tidak suka dikuasai dan akan berusaha melawannya.

Allah SWT telah berfirman kepada makhluk-Nya yang paling mulia penutup para nabi dengan firman-Nya :”Kamu bukan lah orang yang berkuasa atas mereka” (QS Al-Ghasyiyah :22) .

Seseorang juga akan melarikan diri jika ada yang mencampuri kehidupannya, tapi ia menyambut adanya partisipasi dan perhatian.

Dua metode ini adalah untuk menguasai hati seseorang, baik laki-laki maupun perempuan.

Sumber :  Bulan Cahaya Satu

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: