jump to navigation

Sedekah Abdurrahman Bin Auf October 13, 2010

Posted by tintaungu in Reksa.
trackback

Salah satu sifat mulia dan disukai Allah adalah sedekah. Memberikan sebagian harta ataupun apa yang kita punya untuk orang lain. Rasulullah SAW banyak memiliki sahabat yang pemurah. Salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf. Dia terkenal dengan kedermawannya sehingga Rasulullah menyebutnya kelak sebagai ahli surga. Salah satu kisah sedkahnya yang legendaris.

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu tebal berwarna kekuningan mengepul dan mendekat dari berbagai penjuru kota mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang menyangka badai pasir tengah datang. Tapi ternyata debu berasal dari kafilah dagang yang sangat besar berupa 700 ekor unta penuh muatan memadati jalanan Madinah.

Orang-orang segera keluar melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Ini adalah kafilah milik Abdurrahman bin Auf ra yang baru saja datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya.

Mendengar kedatangan kafilah Abdurrahman bin Auf itu, Aisyah ra menggeleng-gelengkan kepala, dan berkata, ”Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,’ Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.”

Sebagian sahabat menyampaikan berita ini kepada Abdurrahman bin Auf. Mendengar itu, Ia teringat perkataan Rasulullah yang pernah berkata,” Wahai Abdurrahman bin Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya dan kamu akan masuk ke surga dengan merangkak. Oleh karena itu pinjamkanlah sesuatu pinjaman kepada Allah sehingga membebaskan kedua telapak kakimu.” (HR. Al-Hakim,3/311 dan Al-Hiyan, 1/99)

Abdurrahman bin Auf pun pergi kerumah Aisyah ra dan berkata, ”Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tak akan pernah aku lupakan. Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya aku infakkan di jalan Allah.” Muatan itu dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya.

Dilain waktu, Abdurrahman bin Auf ra menjual tanah seharga 40.000 dinar, kemudian membagikan semuanya kepada Bani Zahrah, untuk istri Rasulullah, dan kaum fakir di kalangan kaum muslimin. Suatu hari dia memberikan untuk pasukan kaum muslimin sebanyak 500 kuda. Pada hari yang lain memberikan sebanyak 1500 unta. Ketika meninggal, ia mewasiatkan sebanyak 50.000 dinar di jalan Allah. Ia mewasiatkan untuk masing-masing orang yang masih hidup dari perang Badar adalah 400 dinar. Bahkan sahabat Usman bin Affan pun mengambil bagiannya dari wasiat tersebut seraya berkata, ”Harta Abdurrahman adalah bersih dan halal, menikmati harta tersebut menjadi kesembuhan dan keberkahan.”

Saat menjelang ajalnya, Allah menurunkan ketenteraman-Nya pada Abdurrahman sehingga wajahnya berbinar-binar dengan cahaya. Seolah ia mendengar sesuatu yang menyejukkan dan dekat dengannya. Seperti ia mendengar suara sabda Rasullullah masa lalu, ”Abdurrahman bi Auf masuk surga.” Ia seakan mendengar janji Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 262 yaitu bagi yang memberikan harta di jalan Allah tidak akan bersedih, karena memperoleh pahala di sisi-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab.

 (dari berbagai sumber)

                                                                    .

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: