jump to navigation

Kekuatan Bawah Sadar Kita June 20, 2009

Posted by tintaungu in Ragam, Reksa.
trackback

Kesadaran manusia itu terdiri atas alam sadar dan alam taksadar, yang sering disebut juga ‘bawah sadar’, atau ‘nirsadar’, atau ‘unconscious’. Mind sciences sekarang menyebutnya dengan subconscious. Hal ini merupakan inti dari psikoanalisa, yang ditemukan Sigmund Freud, seorang dokter dari Wina Austria seabad yang lalu.

Dalam alam bawah sadar ini, yang meliputi hampir 90% dari kesadaran manusia (di bawah permukaan, gunung es), tersimpan dorongan-dorongan instink primitive sejak awal kehidupan, instink untuk mempertahankan diri dengan merusak, menghancurkan, seksual, makan, membunuh, dll. Inilah instink-instink primer kehidupan.

Selain itu juga rasa kebencian, dendam, iri, permusuhan, cinta yang tidak pada tempatnya, ditekan atau direpresi di bawah sadar ini. Represi ini tak pernah sempurna, kata Freud, maka selalu muncul pada salah ucap, perilaku spontan sehari-hari, atau muncul dalam mimpi secara simbolik atau dalam bentuk tertopengi (tersamar).

Bagian sadar dalam pikiran manusia adalah bagian yang rasional. Dan bagian bawah sadar adalah bagian yang irasional.Jika kita berpikir dengan batin sadar, apa yang kita pikirkan secara kebiasaan akan mengendap dalam batin bawah sadar yang kemudian membentuknya sesuai dengan sifat pikiran kita tadi. Alam bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan bagian pikiran yang kreatif. Bila kita berpikir baik, masuk ke alam bawah sadar, maka kebaikanlah yang akan terjadi. Bila kita berpikir buruk atau jahat, maka kejahatanlah yang akan terjadi.

Sekali bawah sadar menerima suatu gagasan atau ide, ia mulai mengerjakannya. Batin bawah sadar bekerja bagi gagasan baik maupun gagasan yang jelek atau buruk. Apapun yang anda akui secara mental dan anda anggap itu benar, batin bawah sadar akan menerimanya dan akan mengolahnya sebagai suatu pengalaman. Kita akan mendapatkan reaksi dari batin bawah sadar sesuai dengan sifat pikiran atau gagasan yang kita anut dalam batin sadar.

Para ahli psikologi dan psikiatri menunjukkan bahwa bila pikiran disampaikan kepada batin bawah sadar, akan terbentuk persepsi dalam sel-sel otak. Bawah sadar akan menerima gagasan apapun, dan segera mengubahnya menjadi efek. Bawah sadar bekerja melalui asosiasi gagasan-gagasan dan menggunakan tiap percik pengetahuan dalam hidup untuk mencapai tujuan.

Jadi tidak benar bila orang yang mengalami gangguan jiwa berat itu karena bawah sadarnya rusak dan menyeruak keluar. Yang benar adalah karena proses pikir orang yang terganggu berat jiwanya itu telah ‘terdistorsi’ maka inipun mengendap dalam batin bawah sadar segera mengolahnya menjadi bentuk-bentuk yang terdistorsi dan mengeluarkannya dalam bentuk tingkah laku dan pikiran yang patologik sesuai dengan pikiran terdistorsi di atas. Bawah sadar tidak rusak, hanya dia menerima hal-hal yang tidak baik, karena proses pikir yang terdistorsi, dan mengeluarkannya dalam bentuk waham-waham atau halusinasi.

William James, bapak psikologi Amerika, mengatakan bahwa daya yang menggerakkan dunia berada dalam batin bawah sadar manusia. Batin bawah sadar itu bersatu dengan kecerdasan tak terbatas dan kebijaksanaan tak terbatas. Apapun yang kita tanamkan pada batin bawah sadar kita, akan menggerakkan segala kekuatan alam untuk menjelmakan hal tersebut. Maka kita harus menanamkan ide-ide yang benar dan pikiran-pikiran konstruktif. Kita harus mengerti pengaruh timbal balik dari batin sadar dan bawah sadar. Bila kedua prinsip ini bekerja sama dalam keadaan damai, sesuai dan serasi, kita akan mendapatkan kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan kesenangan.

Apapun yang dikesankan dalam batin bawah sadar kita akan dinyatakan dalam layar ruangan. Apapun yang kita rasakan sebagai benar secara subjektif, akan dijelmakan sebagai keadaan, pengalaman, dan kejadian. Karena itulah gerak dan emosi harus seimbang. Seperti di langit (bawah sadar kita), begitulah di bumi (badan kita dan lingkungan hidup kita). Bila kita berpikir secara negatif, merusak dan keji, maka pikiran ini akan mendatangkan emosi merusak yang harus mendapatkan jalan keluar. Emosi ini karena sifatnya yang negatif sering dimanifestasikan sebagai sakit maag, sakit jantung, ketegangan, dan kecemasan. Semua unsur kepribadian kita menyatakan ide itu.

Vitalitas, badan, keadaan keuangan, teman-teman, dan status sosial kita mewakili gambaran ide yang kita punyai mengenai diri kita. Inilah arti sebenarnya mengenai apa yang dikesankan dalam batin bawah sadar kita, dan yang akan dijelmakan dalam semua bidang kehidupan kita. Kita melukai diri dengan kemarahan, ketakutan, iri hati, kebencian atau dendam. Ini merupakan racun yang meresapi bawah sadar kita. Padahal kita dilahirkan tanpa sikap negatif ini. Batin bawah sadar kita menggunakan pikiran yang memberikan penghidupan, maka kita akan menghapus semua pola negatif yang mengendap di sana. Bila anda melakukan ini terus-menerus, maka semua hal yang lalu akan terhapus dan tidak akan teringat lagi.

( Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, 20 Juni 2009 )

                                                                                  

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: