jump to navigation

Masalah Hanyalah Suatu Proses April 8, 2008

Posted by tintaungu in Ragam.
trackback

Setiap manusia pasti pernah mengalami masalah dalam hidup ini. Apalagi saat di lingkungan kantor yang sarat akan berbagai masalah, mulai masalah beban kerja yang menumpuk, kompensasi yang tidak sesuai, beban kerja yang tidak merata, hingga masalah dengan atasan.

Berat atau ringannya setiap masalah sudah pasti membutuhkan penyelesaian dan sangat individual sifatnya. Tapi jika kita sikapi dengan bijak maka setiap masalah akan dianggap sebagai proses pendewasaan diri. Tapi bagi yang memiliki jiwa kerdil, maka masalah bagaikan mimpi buruk yang menjadi kenyataan dan selalu memikirkan masalah tersebut bukan mencari jalan keluarnya.

Yang terpenting saat kita memiliki suatu masalah adalah memikirkan cara yang paling tepat dalam menuntaskan masalah tersebut. Jangan pernah mendramatisir masalah kita dan menganggap bahwa masalah itu sangat berat untuk kita. Karena mendramatisir masalah bukan untuk terapi yang mampu menemukan jalan keluarnya tetapi hanya akan membuat anda semakin stres.

Mengeluh hanya akan membuat masalah menjadi semakin berat. Yang harus kita lakukan adalah berpikir secara jernih, posisikan masalah pada sudut pandang yang tepat. Apabila kita ingin mengungkapkan masalah, katakan fakta-fakta yang benar dan objektif.

Peringatkan diri kita sendiri bahwa jangan mendramatisir setiap kali akan membicarakan masalah pada rekan-rekan atau atasan kita. Pikirkan dampak akibat dramatisir tersebut, sudah pasti akan negatif. Karena lingkungan tidak menyukai dan tidak mempercayai hal-hal yang dramatik. Apalagi jika suatu saat, maka dramatisasi kita tidak terbukti.

Bagi kita yang berpotensi mendramatisir masalah perlu lebih waspada. Karena kondisi ini bisa berdampak buruk bagi perkembangan mental kita. Orang-orang dengan tipe ini akan selalu dibayangi rasa cemas, ketakutan dan pikiran negatif. Orang yang senang mendramatisir masalah sesungguhnya hanya menciptakan kesalahan diatas kesalahan.

Hal yang tidak kalah penting, jangan sekalipun menceritakan masalah kita dalam pikiran yang kalut. Karena kondisi yang emosionil dan tidak stabil membuat kita tidak objektif lagi dalam memandang setiap persoalan. Kondisi seperti ini akan membuat kita mengambil keputusan yang salah dan fatal. Seperti kita mengancam akan mengundurkan diri saat kita dihadapkan pada persoalan bahwa kenaikan gaji kita adalah yang paling kecil dibanding teman-teman yang lain. Biasanya ancaman tersebut bisa jadi hanya semacam ‘gertakan’ karena pikiran kita sedang buntu akibat merasa disepelekan dan diremehkan.

Banyak orang yang tidak berhasil menyelesaikan masalahnya karena selalu menutup mata dan sibuk mencari dukungan serta perlindungan. Saat tidak satupun orang yang memberi dukungan, kita akan menyalahkan masalah itu sendiri. Pikiran kita akan dihantui rasa penyesalan dan selalu menyalahkan diri sendiri. Jika hal ini terus ada dipikiran kita, maka kita akan merasa bahwa hidup ini tidak adil.

Apabila hal ini kita alami, hentikan pemikiran buruk ini. Karena sebenarnya setiap masalah merupakan proses dalam hidup yang terus berjalan. Selama kita berkutat pada penyesalan dan mengeluh masalah, kita melupakan hal tentang bagaimana mencari jalan keluarnya. Jadi jangan terpuruk dalam suatu masalah, bangkitlah dan susun rencana hidup kita selanjutnya. Tenangkan hati, agar kita bisa berpikir jernih untuk mencari penyelesaian masalah kita.

Sumber: ciptapangan.com

                        

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: