jump to navigation

Enterobacter-sakazakii yang Diributkan itu… March 15, 2008

Posted by tintaungu in Tengok.
trackback

Informasi yang mungkin berguna bagi kita tentang Enterobacter sakazakii yang tengah diributkan minggu-minggu ini, dan semoga sedikit menjawab pertanyaan Dik Tutik (istriku tercinta) yang masih ragu tiap mau beli susu formula. Info diambil dari wikipedia indonesia dan dari penjelasan BPPOM.

Enterobacter sakazakii berkerabat dekat dengan Salmonella dalam keluarga Enterobacteriaceae , Gram negatif, oksidasi negatif, anaerob fakultatif, batang, tidak berspora dan akan mati dalam proses Pasteurisasi, motile (bergerak aktif), memfermentasi glukosa.

Enterobacter sakazakii dapat kita temukan di beberapa lingkungan industri makanan (pabrik susu, coklat, kentang, cereal, dan pasta), lingkungan berair, sediment tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain keju, sosis, daging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk. Serta pernah ditemukan pada beberapa jenis serangga, tikus, rumah sakit, dan organ serta cairan dari makhluk hidup.

Faktor yang mendukung pertumbuhan E. sakazakii yaitu: Nutrisi (ceceran powder, Carbon, Nitrogen, Sulfur, Fosfor, Vitamin, dan Trace element), Air (udara lembab), Oksigen (udara), Waktu untuk berkembang biak, Suhu yang sesuai. Susu Infant Milk formula (untuk 0-6 bulan) merupakan media yang potensial bagi infeksi E. sakazakii pada bayi, terutama bagi:

1. Bayi yang baru lahir sampai usia 28 hari.
2. Bayi premature
3. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
4. Bayi dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh

E. sakazakii sangat berbahaya bagi bayi pada kondisi diatas, karena dapat menyebabkan antara lain Meningitis (radang selaput otak), Necrotizing Enteroclitis (radang usus), Sepsis, Bacteremia (peningkatan jumlah bacteri dalam darah), Brain cyst (kista otak). Mikroorganisme yang menghasilkan koloni-koloni kuning pada TSA (Tryptone Soya Agar), menghasilkan positif α-glicosidase, reaksi Tween 80 esterase dan juga berbanding lurus dengan identifikasi dengan API 32E (profil biokimia dari E. sakazakii hampir serupa dengan E. cloacae kecuali memproduksi pigmen kuning, aktivitas α-glicosidase dan aktivitas Tween 80 esterase, E. sakazakii disebut sebagai E. cloacae yang berpigmen kuning.

***

Penjelasan BPPOM tentang Enterobacter sakazakii pada Susu Formula (26 Pebruari 2008) :

Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media cetak dan elektronik serta pertanyaan kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM mengenai Enterobacter sakazakii, dengan ini disampaikan penjelasan sebagai berikut:

1.       Enterobacter sakazakii adalah bakteri gram-negatif yang tahan panas dan tidak membentuk spora.

2.       Secara klinis cemaran Enterobacter sakazakii menimbulkan diare yang bila tidak diobati dapat menimbulkan dehidrasi yang dapat berakibat fatal.

3.       Tahun 2005 World Health Assembly (WHA) menginformasikan kepada negara-negara anggota mengenai adanya kemungkinan cemaran mikroba Enterobacter sakazakii pada susu formula.

4.       Pada tahun 2005 WHA mengeluarkan resolusi agar World Health Organization(WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO) menyiapkan pedoman, pesan edukasi dan pelabelan produk tentang penyiapan, penyimpanan dan penanganan susu formula.

5.       Badan POM melakukan pengawasan susu formula melalui premarket evaluation sebelum pemberian izin edar dan post market control setelah produk beredar.

6.       Pemeriksaan cemaran mikroba merupakan bagian dari pemeriksaan rutin Badan POM terhadap produk pangan (termasuk susu formula) disamping cemaran jamur, logam berat dan lain-lain.

7.       Hasil pemeriksaan cemaran tidak dipublikasikan sebagaimana Prosedur Tetap (Protap) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan negara lainnya.

8.       Tindak lanjut dilakukan dengan memanggil produsen untuk menarik produk dari peredaran untuk kemudian dimusnahkan. Produk tersebut baru boleh beredar kembali setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil memenuhi syarat.

9.       Pemerintah sangat memperhatikan kemungkinan pencemaran mikroba dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Air Susu Ibu (ASI), agar pada usia 0-6 bulan bayi hanya diberi ASI.

10.    Pada keadaan tertentu dibutuhkan susu formula agar penyiapannya dilakukan secara higienis termasuk penyiapan botol, kebersihan dot, dan air yang digunakan serta kebersihan penyaji.

                                                   

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: