jump to navigation

Salah Paham March 14, 2008

Posted by tintaungu in Ragam.
trackback

Di sebuah gedung pertemuan, seorang pejabat senior sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Usai rangkaian acara hiburan yang memukau seluruh hadirin, Sang Pejabat mendentingkan gelas sebagai tanda mohon perhatian hadirin, sambil menunjukkan sebuah nampan berisikan seekon ikan emas yang telah dimasak, ia berkata,

“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal, meskipun dimasak oleh koki terkenal dan diletakkan di atas nampan indah yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkawinan kami yang ke-50 dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi.”

Seluruh hadirin khidmat menyimak prosesi di mana Sang Pejabat mengambil piring, lalu memotong ikan itu menjadi tiga bagian : kepala, badan dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut.

Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis Sang Istri. Sesaat kemudian, isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang awalnya ikut tertawa bahagia mendadak terdiam dan menunggu apa gerangan yang akan terjadi. Sang Pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya,

“Mengapa engkau menangis, isteriku?”

Lama terdiam.

Hening.

Setelah tangisannya reda, dengan masih terisak-isak Sang Isteri menjelaskan,

“Suamiku … sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu pula, aku telah dengan melayanimu dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama.”

Dia terdiam sejenak, berusaha keras menahan tangis,

“Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.”

Sang Pejabat terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca, menahan tangis, ia berkata kepada isterinya,

“Isteriku yang tercinta … 50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”

Sambil mengusap air matanya, Sang Pejabat melanjutkan,

“Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.”

Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi,

“Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan aku, Istriku, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”

Akhirnya, Sang Pejabat memeluk isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua pasangan tersebut. Pasangan yang baru saling memahami setelah mengaruhi bahtera hidup bersama selama 50 tahun.

(Dikutip dari ’Cerita Motivasi’)

                                              

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: