jump to navigation

Ketika Diingatkan untuk Kembali February 24, 2008

Posted by tintaungu in Reksa.
trackback
Seorang kawan bertanya kepada saya tentang sejauh mana sudah saya melangkah, apakah masih berada dalam barisan ataukah tak lagi bersama barisan. Pembicaraan pun berlanjut dengan kisah-kisah sedih para pencari jalan. Ada yang terseok-seok tak mampu menanggung beban. Ada yang tercecer dan tak sempat lagi mengikuti kafilah kemudian tersesat. Ada pula yang mengambil jalan sendiri mengendus-endus jejak pendahulu dengan berpegang kepada pedoman yang sahih.
             
Apakah makna jamaah bagi kita, ketika ia tak lagi sekedar barisan shalat? Tak lagi sekedar ikatan persaudaraan? Tak lagi sekedar naungan ketika butuh saat teduh?
              
Ketika diingatkan untuk kembali ke dalam barisan, saya merasa melihat begitu banyak barisan yang sedang menuju arah yang sama. Tak perlu mengejar yang sudah jauh dan tak mungkin kita raih sendiri jika ada begitu banyak semangat yang sama. Barangkali dengan mengikuti kafilah yang baru, kita dapat melangkah lebih jauh melampaui semua yang pernah kita tinggalkan?
            
Hmm… Sungguh indah akhlak orang beriman, ketika senang ia bersyukur, ketika susah ia bersabar.
           
Ketika diingatkan untuk kembali, ketika itulah saya sadari masih ada yang mengasihi kita tanpa pamrih.
                            
               

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: