jump to navigation

Lalat dan Semut December 26, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment
Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya.

Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua,

“Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?”.

“Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi

“Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”.

Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab,

“Lalat itu adalah type yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”. Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik & nada lebih serius

“Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.

“Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda”

Sumber : Anonymous

    
Advertisements

Menjadi Karyawan adalah Keberuntungan December 26, 2007

Posted by tintaungu in Ragam.
1 comment so far
Pernahkah anda berfikir menjadi karyawan itu suatu keberuntungan ? Bagi mereka yang sejak awal bergelut di dunia bisnis, menjadi karyawan adalah cara pandang yang tidak akan menjadi kaya. Tapi bagi yang akan memulai bisnis, menjadi karyawan merupakan salah satu cara agar resiko kegagalan bisnis tidak mengganggu kehidupannya.

Saya tidak mau memilih mana yang benar, itu semua tergantung kepada anda masing-masing. Bagi saya , menjadi karyawan adalah suatu keberuntungan bagi mereka yang berkeinginan yang terjun ke dunia bisnis nantinya. Sama halnya dengan apa yang diutarakan oleh Aqua Dwipayana (Berhenti bekerja Dunia tidak akan kiamat, 2005), ”Orang yang sebelumnya telah bekerja-apapun pekerjaan yang dilakukan-lebih beruntung disbandingkan orang yang sama sekali belum pernah bekerja untuk itu, jadikanlah pengalaman bekerja tersebut sebagai motivasi untuk melakukan aktifitas lainnya dengan hasil lebih baik”.

Ada beberapa alasan mengapa bagi mereka yang akan terjun ke bisnis menjadi karyawan adalah suatu keberuntungan. yaitu :

Menjadi karyawan adalah aktualisasi diri
Kalau anda sering membaca surat kabar, tentu tak asing lagi dengan angka pengangguran di Indonesia. setiap tahun hampir dua ratus ribu angkatan kerja baru lulus dari pendidikannya baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Sayangnya hanya sedikit yang mampu diserap oleh dunia kerja, selebihnya hanya menambah deretan panjang daftar penganggur.

Bagi mereka yang lolos seleksi dunia kerja, tentu bisa berbangga hati karena sudah mampu membuktikan kepada orang lain bahwa mereka mampu untuk bekerja dan berkarya. Jika anda yang baru lulus kemudian diterima sebagai karyawan suatu badan usaha, tentulah rasa hati tenang menyelimuti tidak hanya anda pribadi melainkan keluarga besar anda. Apalagi seandainya anda lolos bekerja di perusahan multi nasional dengan system perekrutan yang lebih modern, yang lebih menonjolkan kemampuan individu dan melalui berbagai tahapan seleksi yang melelahkan secara fisik dan mental, tentulah rasa bangga itu begitu besar dan meningkatkan status anda dimata keluarga atau tetangga sekitar.

Mungkin ini berbanding terbalik dengan beberapa pandangan para wirausahawan namun tidak dapat dipungkiri ini adalah realita dari sebagian besar masyarakat kita dan dengan menjadi karyawan akan memiliki status hidup lebih baik dari pengangguran. Aktualisasi diri yang begitu baik akan membantu mereka yang berniat terjun ke dunia bisnis nanti dan umumnya akan lebih percaya diri karena ada nilai plus di dalam diri mereka. Nilai lebih karena pernah berhasil mengungguli pesaingnya saat seleksi penerimaaan karyawan baru.

Menjadi karyawan adalah proses pembelajaran
Pernah dengar kisah pendiri Honda ? ada baiknya kita kembali membaca kisah beliau saat akan membangun Honda. Awalnya beliau adalah karyawan di sebuah bengkel . Ada juga cerita mengenia pediri matsusitha, beliau menjadi karyawan listrik sejak usia muda dan belajar bagaimana system usaha yang baik sebelum memutuskan mendirikan pabrik lampu listirk pertamanya.

Ada hikmah yang dipetik bagi mereka yang akan membangun bisnis, menjadi kryawan adalah proses pembelajaran dan penguasaan di berbagai bidang perlu dilakukan.
Beruntung jika mereka bekerja diperusahaan yang sudah memiliki system yang baku dan teruji. itu bisa menjadi barometer jika akan memulai bisnis. selain itu pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan cukup membantu disamping tanpa dipungut biaya. kalo kita berprestasi atau disiapkan untuk mengisi suatu posisi, akan ada banyak training yang baik untuk dikuti banhkan untuk menlanjutkan studi.

Menjadi karyawan menambah relasi
Salah satu upaya untuk bisa sukses didunia bisnis adalah bertemu dengan banyak orang setiap hari. dengan menjadi karyawan kita akan bertemu dengan berbagai orang dengna berbagai bidang. serperti antar sesamaa karyawan atau dengan costumer. kita bisa berbicara bahkan dengna orang yang baru kenal dengna mudah. kadang pada saat acara pelatihan kita bisa berjumpa dengan rekan-rekan lain dari berbagai perusahaan. status karyawan juga bisa menjadi salah satu titik awal membangun hubungan jangka panjang. seperti yang di utarakan Rahma kepada saya.

“Setelah lulus kuliah saya bekerja di perusahaan asing dengan roster kerja 6 – 2 (6 minggu di site dan 2 minggu istirahat). dengan home base di Jakarta maka saya berkesempatan untuk pulang pergi dengan pesawat udara. Dalam suatu penerbangan pulang ke Jakarta saya bertemu dengan pengusaha butik. pemilik dua butik di Jakarta dan Surabaya. dari perbincangan santai selama di perjalanan, beliau mengatakan akan mengembangkan butiknya untuk bisa bersaing di dunia maya (e-commerce). Dari perbincangan santai itu akhirnya saya bisa mendapatkan kontrak pengembangan situs untuk butik miliknya dan hingga kini hubungan baik kami masih terus terjaga”.

Karyawan adalah pasar potensial untuk mendapatkan kredit
Mungkin anda akan terkejut betapa mudahnya karyawan mendapatkan kredit. dengan hanya bermodalkan slip gaji karyawan bisa mendapatkan barang-barang baik konsumptif atau produktif sesuai keinginannya. Pernahkah anda berjalan ke suatu perusahaan pembiayaaan dan disitu menemukan salah satu syarat kredit adalah slip gaji terakhir ? Pernahkah anda melihat brosur aplikasi kredit bank dimana karyawab bisa mengajukan kredit sebesar 2 atau tiga kali basic-nya ? Jadi semua itu tergantung anda. jika anda seorang karyawan dan ingin membuka bisnis namun terbentur modal. dengan hanya mengandalkan kredit mikro (dua atau tiga kali basic) anda bisa mendapatkannya tanpa banyak kesulitan.

Karyawan adalah orang yang mampu melayani
Dalam buku-buku bisnis dijabarkan bahwa kunci sukses dalam bisnis adalah mampu dan mengetahui kebutuhan pelanggan. banyak pebisnis yang gagal karena mereka lupa akan acuan dasar ini. Hal ini biasanya kembali ke ego pribadi dimana sikap manusia daalh senantiasa berusaha untuk unggul disbanding manusia lainnya. sikap itu justru menimbulkan arogansi yang berujung kpada kurang pekanya personal terhadap hubungan dengan orang lain.

Menjadi karyawan justru mengajarkan bagaimana kita bisa bekerja sama dan melayani satu sama lain agar tercipta hubungan kerja yang harmonis. sebagai contoh bagaimana karyawan bagian produksi mau melayani karyawan di bagian marketing sementara karyawaa bagian service melayani karyawan produksi. bagaimana jika karyawan produksi tidak mau memenuhi apa yang diinginkan karyawan marketing menyangkut spesifikasi atau qualitas barang, hal ini justru membuat perusahaan tersebut menjadi kesulitan memasarkan hasil produksinya. juga bagimana jika karyawna bagian service tidak mau melayani karyawan produksi, hal ini bisa menciptakan keterlambatan produksi karena realibilitas alat yang dibawah standar, dsb.

Kelima alasan di atas bisa saja tidak diterima oleh sebgaina kalangan, namun saya yakin jika hal tersebut berlaku secara umum untuk mereka yang berkerja di berbagai level.

Beruntung lah bagi mereka yang ingin membuka bisnis suatu saat nanti. berbagai pengalaman yang didapatnya selama menjadi karyawan akan menjadi daya ungkit untuk keberhasilannya kelak. saya menyarankan anda untuk membaca buku “Financial freedom” karangan Tung Desem Waringin, beliau dengan gamblang menjelaskan pengaruh daya ungkit untuk meraih kebebasan financial.

Agar menjadi karyawan yang beruntung saya mengariskan perlunya pemahaman sebagai berikut :

Rubah paradigma ’karyawan adalah orang gajian’
Umumnya orang terlalu menganggap menjadi karyawan sama dengan orang gajian. Anggapan ini justru memperburuk citra karyawan sebagai orang yang disuruh atau suruhan. hal seperti ini justru membuat diri anda menjadi tidak berkembang. Anda akan selalu menjadi takut untuk berfikir dan bertindak sesuai keinginan hati.

Paradigma yang salah akan menghasilkan sikap dan tingkah laku kita tidak berkembang secara maksimal. Memang benar karyawan adalah orang gajian namun itu hanya sebagian kecil. Bagi mereka yang bekerja secara professional, gaji bukanlah satu-satunya hasil yang diharapkan. Sebagian besar kaum professional justru akan mengatakan kepuasan kerja adalah hasil dan penghasilan akan menyusul dibelakangnya.

Untuk itu paradigma karyawan adaalh orang gajian perlu diubah. saya menyarankan untuk mendefinisikan ulang arti karyawan secara positif sesuai dengan keadaan masing-masing ditambah dengan kalimat “secara professional”.

Ganti asset konsumtif menjadi asset produktif
Dengan penghasilan rutin yang didapatnya setiap bulan, bisa menciptakan sikap lalai dalam pengelolaan keuangan. kebanyakan kita tidak menyadi lebih banyak membeli harta yang konsumtif. Safir Senduk dalam salah satu kiat menyatakan “ untuk menjadi kaya kita harus membeli sebanyak mungkin harta produktif”. Harta produktif yang dimaksud disini adalah asset yang nantinya bisa memberikan penghasilan pasif.

Saya menyarankan anda untuk membaca buku karangan Robert KIYOSAKI , “Rich dad Poor Dad”. disana dibahas mengenai perlakukan financial yang sering dilakukan oleh karyawan. Bagaimana Kiyosaki menyentil pola hidup karyawan yang cenderung membelanjakan dari penghasilannya untuk hal-hal yang bersifat liabilitas dan memberikan saran perlunya melek financial untuk karyawan.

Kembangkan selalu empat dasar unsur manusia

Selama berabad-abad, para cendikiawan membagi manusia ke dalam empat unsur yang saling bergantung, yaitu : Fisik, Mental, spiritual, Emosional. Pemahaman mengenai keempat unsure ini perlu dikembangan dan dibiasakan agar terbentuk sikap positif dalam bertindak.

Pembelajaran unsur fisik menjadikan karyawan lebih berani mencoba dan tetap semangat dalam bekerja. Menjadikan karyawan siap dan tahan terhadap berbagai tantangan.

Pembelajaran unsure mental berkaitan erat dengan usnur fisik yang mendorong karyawan untuk menghadapi ketakutan akan kesalahan secra lebih bijak dan rasional

Pembelajaran unsure emosinal akan mengarhakan kepada kehatian-hatian dalam berperilaku dan bertindak.

Pembelajaran unsure spiritual akan lebih menyadarkan karyawan akan pentingnya rambu-rambu dalam bertindak. Menguatkan hakekat manusia adalah kecil di mata Tuhan akan menguatkan bahwa sifat serakah dan menggunakan berbagai cara dalam bertindak adalah sesuatu yang salah dan akan merugikan diri probadi.

Kembangkan sikap proaktif dan prioritas
bersikap proaktif berarti bekerja sesuai dengan rencana. seorang karyawan sejka awal dituntut utnuk bekerja sesuai dengan rencana. Agar rencana yang disusn berjlaan eektif pelru dilkukan pembagiam prioritss kerja agar tidak saling tumpang tindih satu sama lain. Mengmebangkan kebiasaan ini akan membantu karyawan saat akan membuka usahanya nanti terutama saat membuat suatu rencana bisnis.

Sumber : Tulisan Shauman Shaladin

    

Kisah Beruang December 25, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment
Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya..hup .. ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap pada sang beruang,
“Wahai beruang, tolong lepaskan aku.”

“Mengapa ?” tanya beruang. “Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu,” rintih sang ikan.

“Lalu kenapa?” tanya beruang lagi.

“Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu.” kata ikan.

“Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?” tanya beruang

“Mengapa?” ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan !” jawab beruang sambil tersenyum mantap.

“Ops !” teriak sang ikan. Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap :”Ohhhh… andaikan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dulu ..!!!?. Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; ….Disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; ….Di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; ….Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita…. Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar.
Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi kesempatan yang besar.

Sumber : Anonymous

    

Nuansa Bening – by Keenan Nasution December 20, 2007

Posted by tintaungu in Rindu.
add a comment
oh, tiada yang hebat dan mempesona
ketika kau lewat di hadapanku
biasa saja

waktu pertalian terjalin sudah
ada yang menarik pancaran diri
terus mengganggu
  
mendengar cerita sehari-hari
yang wajar tapi tetap mengasyikkan
  
oh, tiada kejutan pesona diri
pertama kujabat jemari tanganmu
biasa saja
  
masa perkenalan lewatlah sudah
ada yang menarik bayang-bayangmu
tak mau pergi
  
dirimu nuansa-nuansa ilham
hamparan laut tiada bertepi
  
reff:
kini terasa sungguh
semakin engkau jauh
semakin terasa dekat

  
akan ku kembangkan
kasih yang kau tanam
di dalam hatiku
  
menatap nuansa-nuansa bening
tulusnya doa bercinta

 

     

Kisah Sesendok Madu December 1, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warga kotanya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit di tengah kota. Seluruh warga kota memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.

Tetapi, dalam pikiran seorang warga kota, Fulan; terlintas cara untuk mengelak perintah tersebut. “Aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungiku dari pandangan mata orang lain. Sesendok air tidak akan mempengaruhi isi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota.”

Tibalah waktu yang ditetapkan. Apa kemudian yang terjadi ?. Bejana itu ternyata seluruhnya berisi penuh dengan air!. Rupanya seluruh warga kota berpikiran sama dengan si Fulan. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab.

Kisah simbolik ini sering terjadi dalam berbagai kehidupan masyarakat. Idealnya memang bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian melibatkan pengikut-pengikutnya.

Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS Yuusuf; 12:108)

Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu) (QS An Nisaa’; 4:84)

Perhatikanlah kata-kata : “tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri”. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu“. Setiap orang menurut Beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Berarti setiap orang harus harus tampil terlebih dulu. Sikap mental yang seperti ini akan menyebabkan bejana sang raja akan penuh dengan madu, bukan air, apalagi racun.

(Tulisan : M. Quraish Shihab)

   

Sahabat… December 1, 2007

Posted by tintaungu in Rona.
1 comment so far

“Jika engkau ingin bersahabat dengan seseorang, buatlah dia marah. Maka, jika dia tetap berlaku adil kepadamu dalam kemarahannya, jadikanlah dia sahabatmu; tetapi jika tidak demikian, tinggalkanlah dia.”

(Ali bin Abi Thalib)