jump to navigation

Jika Sakit Hati August 17, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
trackback

‘’Sesungguhnya di dalam tubuh (manusia) ada segumpal darah, apabila segumpal darah itu baik, maka sehatlah seluruh tubuh. Dan apabila ia fasadat (buruk), maka sakitlah sekujur tubuh. Itulah kalbu (hati).’’ (Al-hadis).
Sabda Nabi SAW di atas merupakan informasi penting dari Allah tentang mekanisme psikofisis yang terjadi pada tubuh manusia. Dengan menjaga kesehatan hati, agar ia selalu pada tingkatan sholahat, akan sehat dan baiklah seluruh organisme tubuh manusia. Sebaliknya apabila kondisi hati menurun bahkan sampai memburuk, akan sakit pula tubuh manusia.
Seperti halnya organ tubuh yang lain, hati dapat diukur kesehatannya dari gejala yang dimunculkannya. Mata yang sakit, misalnya, diketahui dari gejala menurunnya fungsi penglihatan atau ada rasa sakit di sekitar organ tersebut. Apabila mata sakit yang paling merasakannya adalah mata dan atau bagian tubuh di sekitarnya saja. Berhati-hatilah jika kalbu yang sakit, karena dampaknya akan mengenai seluruh tubuh.
Hati dikatakan sebagai pusat kendali tubuh manusia yaitu terhadap fungsi seluruh organ tubuh, dan karenanya juga mengendalikan mekanisme perilaku manusia. Artinya, dampak sakitnya hati dapat mengenai aspek fisik maupun perilaku manusia. Ketika penyakit iri dan dengki menyerang hati, dampak lahiriahnya terlihat pada mekanisme hormonal individu yang menjadi kacau. Individu jadi mudah tegang dan cemas, apalagi saat mengarahkan perilaku kepada objek iri dengkinya. Akalnya tidak lagi mampu berfungsi normal. Seluruh sistem lahir batinnya pun seolah dibatasi hanya pada persepsi negatif dari objek iri dengkinya, dan berperilaku sesuai persepsi negatif tersebut.
Jika sedang sakit hati, manusia berpaling dari kebaikan dan cenderung kepada kemungkaran. Hidupnya tidak tenang dan dipenuhi kegalauan, kegersangan spiritual dan ketidakbahagiaan. Akibatnya, segala macam penyakit akan mudah menyerang. Semakin lama penyakit bersemayam dalam hati, semakin rusaklah sistem lahir batin manusia.
Itulah sebabnya orang-orang munafik yang memelihara penyakit dalam hatinya, cenderung bertambah parah sakitnya. Allah berfirman, ‘’…. Dalam hati mereka ada penyakit, dan Allah menambah penyakit tersebut.’’ (QS Albaqarah [2]: 10). Mereka mengembangkan pemikiran yang makin menyimpang, perasaan yang makin mati dan perilaku yang makin merusakkan diri dan lingkungan mereka.
Obat bagi segala penyakit hati adalah kembali kepada Alquran sesuai firman Allah, ‘’Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada.’’ (QS Yunus [10]: 57). Tak perlu mencari jauh-jauh, obatnya ada dalam diri kita, dan kemauan kita untuk menjadi lebih baik!

Sumber: Republika

  

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: