jump to navigation

Ya Allah… August 20, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Ya Allah..
Ampunilah semua salah, dosa dan khilafku

Ya Allah..
Aku bersyukur atas segala nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku

Ya Allah..
Aku ingin menjadi orang baik, menghasilkan sesuatu yang baik, mengajak orang untuk baik dan berbuat baik, berada di lingkungan yang baik dan berada di tengah orang-orang yang baik

Amiien.. Ya Allah.. Amiien..

Love is.. August 19, 2007

Posted by tintaungu in Rona.
add a comment

‘When two people love each other, nothing is more imperative and delightful than giving’

~ Guy de Maupassant ~ 

  

Jangan Dipendam August 19, 2007

Posted by tintaungu in Ragam.
add a comment

Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu.  Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.  Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.  Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabannya.
 
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.  Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.  
Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.  Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.  Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.  Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.

Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf?  Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.  Kita tak pernah bisa melepasnya.  Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi.  Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.  Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua “rasa tidak enak” terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita.  Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Jadi, kenapa masih tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu..??   

  

Dua Jendela August 19, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Ada dua jendela yang selalu kita buka untuk menjaga kesehatan. Pertama, tentu saja jendela di rumah, di setiap kamar dan ruangan yang berjendela. Bukalah jendela setiap pagi agar terjadi sirkulasi udara pagi yang sehat menggantikan udara di dalam rumah. Tak hanya itu, jendela yang terbuka juga memungkinkan masuknya sinar matahari dan menghangatkan seisi rumah.

Jendela yang senantiasa terbuka, membuat udara di dalam rumah terus berganti dan selalu segar. Itu memungkinkan seisi rumah terus menerus mendapatkan kesegaran karena ruangan tidak lembab dan terlihat lebih cerah. Udara pagi mengalirkan kesejukkan, udara siang memberi kehangatan, dan semilir angin sore yang menembus celah-celah jendela menyajikan kelembutan senja.

Sebelum malam tiba, jendela pun harus ditutup kembali dengan membiarkan angin malam menerobos tipis di setiap himpitan jendela dan ventilasi rumah. Sekadar menjaga kehidupan terus berlangsung meski semua mata penghuni sudah terpejam.

Belum selesai…

Ada satu jendela lagi yang terus menerus dibuka setiap hari. Yakni jendela hati. Biarkan ia terus terbuka lebar agar menjadi terang dan menerima semua kebaikan kehidupan. Hati yang senantiasa terbuka memberi kesempatan dengki, iri, sirik, riya, angkuh, sombong, dan segala keburukan hati keluar menjauh dari dalam hati.

Jiwa yang tertutup hanya akan membuat segala penyakit betah bersemayam dan terus menggerogoti dinding-dindingnya. Sekuat apa pun dinding jiwa itu, semakin lama akan terkikis habis sehingga tak mampu menjalankan perannya untuk menyaring dzat baik atau buruk untuk sang jiwa. Atau boleh jadi, tertutupnya jendela hati menyebabkan menebalnya karat di dinding hati sehingga lama kelamaan hati ini membatu.

Jika jendela rumah kita harus ditutup setiap malam menjelang. Jangan biarkan jendela hati tertutup. Biarkan ia terbuka terus menerus tanpa perlu menguncinya rapat-rapat. Tak peduli pagi, siang, maupun malam hari, teruslah membuka hati agar sesiapa pun yang bertamu ke dalam hati Anda merasakan ketentraman dan kedamaian.

Dengan selalu membuka semua jendela di hati, pikiran jernih, sikap bersih, tindakan pun terarah. Dari hati yang senantiasa terbuka, segala apa pun yang terserap ke dalamnya akan bermakna kebaikan. Bahkan sebuah kritik pedas pun akan terasa manis. Semoga. 

(Tulisan : Bayu Gawtama)  

  

Kasih Sayang August 17, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Kasih sayang merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada semua makhluk-Nya.  Kasih sayang melahirkan kelembutan dan kehalusan yang menyentuh hati.  Bagi orang yang beriman, kasih sayang bermuara pada keikhlasan yang bersifat transedental.

Keyakinan akan aspek transendental itu lebih diarahkan pada wujud ketaatan kita sebagai makhluk yang telah diciptakannya dan tanda bersyukur akan limpahan rizki yang melimpah ruah. Manusia hanyalah unit kecil dari alam semesta yang telah diciptakannya. Dan tidak bisa berdaya dihadapkan pada keagungan Tuhan.

Sebenarnya kasih sayang manusia bersumber dari rasa cinta dan fitrah kemanusiaan itu sendiri. Bukan dari keinginan untuk mendapatkan imbalan yang semu. Seperti kebanyakan orang yang berlindung di balik makna kasih sayang untuk kepentingan dirinya.

Bagi mereka yang telah mencapai tingkat spiritual yang cukup tinggi, tentunya kasih sayang yang dihasilkan pun sesuai dengan wujud ikhlas dan ihsan untuk Tuhan.  Orang-orang yang demikian pada umumnya memiliki hati yang bersih, hati yang selalu terjaga dengan cahaya kebaikan dan sifat-sifat terpuji.

Dalam satu hadits qudsi disebutkan bahwa Kasih Sayang Tuhan (asmâ al-husn) melebihi amarah-Nya. Bagi orang yang beriman, musibah yang datang selalu disikapi dengan positif. Mereka meyakini ada hikmah di setiap musibah. Di balik musibah itu, Tuhan ingin menunjukkan kasih sayang-Nya.
 

Meski musibah lebih berwajah merugikan pada manusia, tapi di dalamnya terdapat pancaran kasih sayang Tuhan pada hambanya. Dengan kasih sayangnya, Tuhan terasa menegur untuk memperhatikan prilaku manusia yang menyebabkan musibah itu terjadi. Dan sebab itu kerapkali sulit disadari kalau ada musibah tersebut.

Kasih sayang Tuhan meliputi semua makhluk. Tuhan tidak membeda-bedakan dalam melimpahkan kasih sayang-Nya. Kasih sayang Tuhan melekat pada sifat-sifat-Nya dan menyeluruh kepada semua makhluk, baik yang beriman maupun tidak. Kasih sayang Tuhan bersifat tidak pilih-pilih, tidak membedakan ras, agama, suku, dll.

Oleh karena itu, kita harus meneladani kasih sayang Tuhan, kasih sayang yang lahir dari rasa cinta, cinta yang lahir dari kepribadian seutuhnya, kepribadian yang lahir dari hati yang bersih, hati yang bersih lahir dari keikhlasan dan keihsanan kepada Tuhan, tidak membeda-bedakan dalam memberikan kasih sayang tersebut dan cinta kasih kepada semua makhluk.

Hubungan sesama manusia harus dipenuhi oleh kosakata kasih sayang meski kepada orang yang kita benci sekalipun. Karena dalam ajaran agama telah disebutkan: “Janganlah karena kebencianmu terhadap suatu kaum menyebabkan kamu berbuat tidak adil.”  Janganlah berhenti berbuat adil karena kasih sayang, manakala seseorang membenci kita.

(Dari blognya Mas Wahyu)  

  

Semut dan Lebah August 17, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

‘’Orang yang cerdik dan berakal ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah, yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shaleh.’’ (HR Tirmidzi). 

Kecerdikan seseorang tidak bisa kita ukur begitu saja dengan menggunakan takaran nilai, begitupun kelemahan seseorang tidak bisa kita nilai oleh raga. Namun, kecerdikan dan kelemahan seseorang dinilai dari pemanfaatan terhadap waktu yang begitu singkat ini. Orang yang bisa memanfaatkan waktu yang amat singkat untuk bekal kehidupan, dia akan menjadi orang yang beruntung. 

Alam memberi analogi pada kita dengan contoh perilaku dua ekor hewan yang mempunyai sifat hampir sama dengan apa yang dimaksud oleh hadis di atas. Pertama, semut (annaml), yang selalu bekerja keras mengumpulkan makanan tanpa henti. Mereka mengumpulkan makanan sebanyak mungkin, padahal makanan tersebut takkan bisa mereka habiskan sampai mereka mati, tetapi mereka tetap bekerja. 

Kedua adalah lebah (an-nahl), yang memiliki naluri yang dalam bahasa Alquran disebut, ‘’Atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal.’’ (QS An-Nahl [16]: 68). Dan lebah selalu memperhitungkan keadaan dirinya, sehingga yang tidak bermanfaat bagi dirinya selalu ditinggalkan. 

Lebah juga binatang yang bisa memberikan manfaat bagi makhluk lain, berupa madu yang dihasilkannya. Tak salah jika Rasulullah SAW pernah mengibaratkan seorang Muslim itu seperti seekor lebah, ‘’Tidak makan kecuali yang baik-baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, jika menimpa sesuatu tidak merusak, dan tidak pula memecahkannya.’’ Itulah lebah. 

Contoh perilaku kedua hewan di atas menjelaskan bahwa yang disebut orang yang cerdik adalah ibarat lebah yang selalu memberikan manfaat bagi yang lain. Sedangkan, contoh orang yang lemah diibaratkan seperti perilaku semut yang selalu menuruti hawa nafsunya. Apa yang dikumpulkannya tidak selalu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, sehingga mereka menjadi makhluk yang merugi. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber: Republika 

  

Jika Sakit Hati August 17, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

‘’Sesungguhnya di dalam tubuh (manusia) ada segumpal darah, apabila segumpal darah itu baik, maka sehatlah seluruh tubuh. Dan apabila ia fasadat (buruk), maka sakitlah sekujur tubuh. Itulah kalbu (hati).’’ (Al-hadis).
Sabda Nabi SAW di atas merupakan informasi penting dari Allah tentang mekanisme psikofisis yang terjadi pada tubuh manusia. Dengan menjaga kesehatan hati, agar ia selalu pada tingkatan sholahat, akan sehat dan baiklah seluruh organisme tubuh manusia. Sebaliknya apabila kondisi hati menurun bahkan sampai memburuk, akan sakit pula tubuh manusia.
Seperti halnya organ tubuh yang lain, hati dapat diukur kesehatannya dari gejala yang dimunculkannya. Mata yang sakit, misalnya, diketahui dari gejala menurunnya fungsi penglihatan atau ada rasa sakit di sekitar organ tersebut. Apabila mata sakit yang paling merasakannya adalah mata dan atau bagian tubuh di sekitarnya saja. Berhati-hatilah jika kalbu yang sakit, karena dampaknya akan mengenai seluruh tubuh.
Hati dikatakan sebagai pusat kendali tubuh manusia yaitu terhadap fungsi seluruh organ tubuh, dan karenanya juga mengendalikan mekanisme perilaku manusia. Artinya, dampak sakitnya hati dapat mengenai aspek fisik maupun perilaku manusia. Ketika penyakit iri dan dengki menyerang hati, dampak lahiriahnya terlihat pada mekanisme hormonal individu yang menjadi kacau. Individu jadi mudah tegang dan cemas, apalagi saat mengarahkan perilaku kepada objek iri dengkinya. Akalnya tidak lagi mampu berfungsi normal. Seluruh sistem lahir batinnya pun seolah dibatasi hanya pada persepsi negatif dari objek iri dengkinya, dan berperilaku sesuai persepsi negatif tersebut.
Jika sedang sakit hati, manusia berpaling dari kebaikan dan cenderung kepada kemungkaran. Hidupnya tidak tenang dan dipenuhi kegalauan, kegersangan spiritual dan ketidakbahagiaan. Akibatnya, segala macam penyakit akan mudah menyerang. Semakin lama penyakit bersemayam dalam hati, semakin rusaklah sistem lahir batin manusia.
Itulah sebabnya orang-orang munafik yang memelihara penyakit dalam hatinya, cenderung bertambah parah sakitnya. Allah berfirman, ‘’…. Dalam hati mereka ada penyakit, dan Allah menambah penyakit tersebut.’’ (QS Albaqarah [2]: 10). Mereka mengembangkan pemikiran yang makin menyimpang, perasaan yang makin mati dan perilaku yang makin merusakkan diri dan lingkungan mereka.
Obat bagi segala penyakit hati adalah kembali kepada Alquran sesuai firman Allah, ‘’Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada.’’ (QS Yunus [10]: 57). Tak perlu mencari jauh-jauh, obatnya ada dalam diri kita, dan kemauan kita untuk menjadi lebih baik!

Sumber: Republika

  

Doa kita.. August 14, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara : 

Apabila Tuhan mengatakan YA, maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA,

Apabila Tuhan mengatakan TIDAK, maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK,

Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU, maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendakNYA. 

Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu.

  

Cinta Pertama August 13, 2007

Posted by tintaungu in Rapuh.
add a comment

Tadi malam diputar ulang film ‘Cinta Pertama’ di Indosiar, sayangnya saya cuma nonton sendirian. Sebuah film yang menceritakan tentang bagaimana rasanya jatuh cinta untuk yang pertama kali. Bagai sebuah lagu, ‘berjuta indahnya..’ Tak terkatakan rasanya, setiap hari ingin bertemu, menyapa, tersenyum. Apapun ingin dilakukan untuk menemukan cinta itu.

Sederhananya begini. Ketika seseorang menemukan cinta [entah cinta monyet, cinta palsu, cinta terpendam atau cinta sejati sekalipun], hidup menjadi lebih berwarna. Ada `kembang-kembang` yang membuat seseorang terasa bercahaya. Gombal? Ketika jatuh cinta, bahkan yang paling gombal pun bisa jadi sutera.

Film yang disutradarai Nayato Fio Nuala ini bertutur tentang rasanya punya cinta. Adalah Alia [Bunga Citra Lestari] seorang siswi SMU [entah mengapa, SMU apa juga tidak pernah disebut] yang jatuh cinta dengan seorang jago basket bernama Sunny [Ben Joshua]. Hari-hari Alia terasa menyenangkan meski hanya sekedar memandang, ngobrol nggak penting atau papasan dengan Sunny.

Sayangnya, Alia dan Sunny tidak pernah “tergerak” mengungkapkan rasa cintanya meski dua-dua merasa punya chemistry yang sama. Dan itu berlalu sampai ketika mereka lulus dan Sunny memilih kuliah di luar Jakarta [entah dimana, tidak disebutkan juga].

Cerita romansa Sunny dan Alia tadi dikisahkan sebagai flashback. Gara-garanya, usai pertunangan Alia dan Abi [Richard Kevin], Alia ditemukan tak sadarkan diri di teras rumahnya. Ketika dirawat di rumah sakit itulah, Abi menemukan buku harian Alia yang banyak bertutur tentang Sunny.

Demi orang yang dicintainya pula, Abi nekat mendatangi Sunny yang sudah punya kehidupan sendiri. “Aku takut kamu kalah sama kenangan,” kata istri Sunny ketika suaminya itu memutuskan untuk datang ke rumah sakit. Ternyata benar, akhirnya Sunny tetap berkesempatan mengungkapkan rasa cintanya pada Alia meski ‘keadaan’ mereka berdua telah benar2 berbeda.

Cukup mengharu-biru..

  

Tumbuh August 13, 2007

Posted by tintaungu in Ragam.
add a comment

Mengapa bunga plastik tetap tak bisa seindah bunga asli? Mengapa kita senang melihat anak kecil padahal mungkin cukup merepotkan untuk mengurusnya?

Tumbuh. Itulah jawabannya.

Kita menyukai sesuatu yang tumbuh. Kita menyukai sesuatu yang baru setiap hari. Kita menyukai variasi. Kita juga menyukai sedikit ketidakpastian yang menyebabkan kita memiliki harapan surprise. Kalau kita tidak menemukan hal yang baru, maka kita mulai mengalami kebosanan. Bahkan andaipun kita memiliki sesuatu yang sangat indah pada mulanya, dia tak akan lagi menjadi indah kalau nilainya tidak tumbuh.

Semua hal yang menarik mempunyai sisi yang tumbuh. Lukisan antik pun juga tumbuh. Tumbuh nilai keantikannya karena waktu. Bagi sebagian orang keantikan adalah hal yang sangat bernilai. Bagi orang lain mungkin keantikan kurang bernilai.

Sewaktu istri saya masih kerja dahulu, kami biasa berbincang-bincang di dalam mobil saat saya mengantar istri ke kantor. Kami menjadi dekat, baik hati maupun pikiran. Sekarang, saat istri lebih banyak bersama anak di rumah, saya merasakan hal ada yang kurang. Itulah perbincangan di dalam mobil. Maka kami selalu menyempatkan berbincang-bincang bersama, entah di meja makan, atau di ruang keluarga saat anak-anak sudah tidur. Menurut saya, kesulitan dalam berkeluarga bukanlah saat kekurangan uang, tapi saat kita dan pasangan tidak memiliki tujuan yang sama. Kebanyakan rumah tangga yang mengalami masalah keluarga bukanlah dikarenakan kekurangan uang, tapi karena kedua pasangan tak lagi memiliki tujuan yang sama. Bisa jadi tujuan mereka tidak berseberangan, hanya saja tidak satu tujuan. Masing-masing memiliki tujuan yang berbeda, dan saling tidak mendukung. Inilah awal berkurangnya keharmonisan rumah tangga.

Saat awal berkeluarga tujuan pengikat bisa saja memiliki rumah sendiri. Saat sudah ada anak-anak tujuannya adalah membesarkan anak menjadi seorang yang shaleh dan sukses. Saat menjadi makin tua mungkin tujuan sudah berubah lagi. Selama pasangan tetap memiliki ‘tujuan bersama’, maka hubungan keduanya masih bisa terus tumbuh. Sebaliknya, bila masing-masing telah mengejar tujuan yang berbeda, maka hubungan dapat menjadi renggang.

Pekerjaan kita sama saja. Kalaupun awalnya menarik maka kian lama pasti kian tak menarik bila tak lagi Anda rasakan hal yang tumbuh darinya. Mungkin tumbuh itu berupa kenaikan pangkat dan gaji, mungkin Anda mulai menikmati ilmu dan kegiatan yang Anda lakukan, mungkin pula yang Anda hargai adalah variasi seperti misalnya perjalanan tugas ke berbagai tempat yang baru. Selama terus Anda merasakan sesuatu yang tumbuh pada nilai yang Anda hargai tinggi, selama itu pula pekerjaan akan menyenangkan.

Setiap dari kita tentu memiliki cita-cita. Bila Anda setuju untuk meraih cita-cita sekaligus memiliki hubungan yang baik dengan orang yang Anda sayangi, maka usahakanlah agar cita-cita kita dengan pasangan mempunyai titik temu. Pasangan yang harmonis biasanya memiliki cita-cita bersama, yang juga dilakukan bersama secara sinergis. Mungkin mereka bekerjasama dalam kegiatan bisnis, atau berkegiatan bersama dalam acara sosial, atau suami dan istri bersinergi dalam pekerjaan kantor suami (yang paling sering adalah istri aktif di kegiatan sosial kantor suami). Apapun bentuknya, tujuan yang sama bisa mendekatkan hati dan pikiran. Bila satu tujuan telah dicapai, tumbuhkan tujuan bersama lainnya. Kuncinya adalah sering berbincang-bincang dengan pasangan.

Kita akan mengalami kebosanan bila sesuatu tidak tumbuh, termasuk dalam hal pekerjaan, pernikahan, bahkan kehidupan. Apa hal yang penting dari pekerjaan Anda? Apa hal yang penting dalam pernikahan Anda? Apa hal yang penting dalam kehidupan Anda? Pastikan hal tersebut terus tumbuh.

(dari kiriman teman)