jump to navigation

Live Is Easy June 30, 2007

Posted by tintaungu in Ragam.
add a comment

* Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
  
*
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
  
* Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
  
* Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
  
* Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
  
* Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak ‘sawah’ menjenguk katak ‘pinggir jalan’ dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
  
* Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

 (pengembangan-kepribadian@yahoogroups)

  

Melihat Kebahagiaan June 29, 2007

Posted by tintaungu in Rona.
add a comment

Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada diatas kepala orang lain.

(Thomas Hardy)

  

Kedamaian Hati – by Ari Lasso June 29, 2007

Posted by tintaungu in Rindu.
add a comment

main-canals.jpg

Di balik senyumku
Aku menangis pilu
Dalam ruang jiwaku
Ada denyut kekosongan
Mengiris hatiku
Mengikis keyakinanku
Tentang cinta
   
Chorus:
Di dalam kesunyian aku rindukan
Kehadiranmu memelukku membelai syahdu
Oh Tuhan sampai kapan harus kucari
Kedamaian hati mewarnai hidupku
    
Di genggam tanganku
Ada sebongkah permata
Namun duri di hati
Sungguh perih tak tertahan
Menusuk hatiku
Runtuhkan keangkuhanku
Selama ini
    
Menusuk hatiku
Runtuhkan keangkuhanku
    
Oh…
Yang aku rindukan
Kedamaian hati
      

Dibalik Gigitan Si Kecil June 29, 2007

Posted by tintaungu in Ragam.
add a comment

Sebuah artikel dari Media Muslim, saya copy karena mengingatkan saya akan si Thole ganteng yang akhir-akhir ini sering menggigit teman, kakak dan ibunya, juga mbah serta buliknya. 

Mengapa Anak Suka Menggigit? 

Sebagian anak kecil usia 2-4 tahun memang suka menggigit. Mengapa anak suka menggigit? Penyebabnya bisa bermacam-macam. Di antaranya:

Cara mengekspresikan emosi

Bagi anak, menggigit adalah salah satu ekspresi emosi untuk melampiaskan kemarahan, kejengkelan atau rasa frustasi. Bisa pula karena anak memerlukan perhatian, capek, cemburu pada adik, dan sebagainya. Jadi, menggigit adalah cara dia untuk menyalurkan emosi negatif.

Dijadikan sebagai ‘alat komunikasi’ anak

Anak yang belum pandai berkomunikasi, kadang suka menggigit untuk mengungkapkan  keinginan atau rasa ketidaknyamanan dalam dirinya.

Dijadikan sebagai cara untuk memecahkan masalah

Anak juga sering menggunakan gigitannya untuk memecahkan masalah jika ia dalam keadaan terjepit. Misalnya saat anak sedang asyik bermain tiba-tiba mainannya direbut temannya. Karena marah dan tak tahu bagaimana cara mendapatkan mainannya kembali, tangan temannya digigit supaya mainannya terlepas dari tangan temannya. Dengan kata lain, anak menggigit sebagai cara untuk mempertahankan diri.

Meniru orang lain

Bisa juga anak suka menggigit karena meniru ayah ibunya, jika mereka senang mengekspresikan rasa gemasnya dengan menggigit-gigit si anak. Meski gigitannya lembut dan disertai ungkapan sayang, yang dipahami anak adalah bahwa perilaku menggigit itu dibolehkan. Maka, ia pun menirunya. Karena itu jika kita ingin menunjukkan rasa sayang atau gemas, sebaiknya tidak dengan cara menggigit. Pelukan, ciuman, belaian dan tatapan lembut pada anak adalah tindakan yang benar untuk mengekspresikan kasih sayang dan gemas pada anak. 

Luruskan dengan Disiplin 

Anak-anak dalam rentang usia 2-4 tahun biasanya suka menggigit. Umumnya, gejala ini berlaku pada anak yang kurang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Ketika anak merasa takut dengan lingkungan baru, ia selalu dalam keadaan siaga untuk menggigit. Kecenderungan ini juga terjadi pada anak yang kemampuan bicaranya belum bagus. Ketika mainannya diambil temannya, ia belum bisa mengatakan, “Jangan, itu milikku!” sehingga akhirnya gigitannya yang ‘bicara’.  

Akan tetapi, kebiasaan menggigit ini akan berkurang, bahkan hilang dengan sendirinya, jika si anak sudah pandai bicara. Meski begitu, orang tua harus tetap memberikan perhatian kepada anak yang suka menggigit. Misalnya dengan mengatakan, “Jangan sayang, itu tidak boleh!” Sebab, kebiasaan buruk ini jika dibiarkan bisa berlanjut menjadi kebiasaan hingga anak besar. Anak pun merasa perbuatannya benar karena tidak pernah ditegur atau diberi penjelasan. 

Meski demikian, menjadi kurang bijaksanan  jika orang tua menghukum anak yang suka menggigit dengan cara menggigit pula. Misalnya setelah anak menggigit, orang tua pun menggigitnya dengan maksud memberi tahu betapa sakitnya jika digigit. Cara ini tentu tidak benar. Sebab, anak akan berpikir, “Kok ibuku juga menggigitku?” 

Menghukum anak mestinya dimaksudkan untuk menunjukkan kesalahan anak dan memperbaiki tingkah lakunya. Orang tua tidak perlu mengancam anak semisal, “Awas, kalau menggigit lagi, ibu pukul kamu!” Lebih baik, orang tua meluruskan kebiasaan anaknya melalui kedisiplinan. Sebab, kedisiplinan akan mengajarkan bagaimana bertingkah laku yang baik.  

Tentang kedisiplinan, ada tiga komponen yang mesti  dipenuhi, yakni aturan, komunikasi, dan penguat positif atau konsekuensi.  Dalam hal aturan, orang tua dapat mengatakan pada anaknya, “Kamu boleh bermain, tapi tidak boleh menggigit.” Untuk menyampaikan aturan tersebut, orang tua harus punya kemampuan berkomunikasi. Selanjutnya jika anak bermain dengan baik, ia perlu diberi penguat positif, misalnya pujian, pelukan, hadiah atau apa saja yang bisa memperkuat perilakunya. 

Sedangkan jika anak tidak bermain dengan baik atau tetap menggigit temannya, konsekuensi pun perlu diberikan. Hanya saja, konsekuensi jangan terlalu ‘kejam’, misalnya  ketika anak menggigit temannya, lalu Anda melarang ia bermain lagi ke rumah temannya itu. Anda bisa mencoba cara lain untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan mencabut sementara waktu hal-hal yang disukai anak. Seperti tidak memperbolehkannya jalan-jalan naik motor bersama abi, tidak membelikannya makanan kesukaan  dan sebagainya. 

Jika perilaku menggigit pada anak  terjadi secara tetap dan frekuensinya  cenderung meningkat, berarti anak memerlukan penanganan serius. Anak perlu dibawa ke psikolog untuk diperiksa, apakah ada kesulitan dalam bicara atau mungkin ada masalah dengan kemampuan mentalnya. Biasanya, anak cacat mental lebih lambat bicara dan frekuensi menggigitnya lebih tinggi. Anak kemudian akan dievaluasi kondisi psikologisnya, misalnya dilihat potensi kecerdasan dan kepribadiannya.  

Tips Agar Anak Tidak Suka Menggigit 

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar anak tidak suka menggigit:

Ciptakan suasana nyaman

Adanya suasana nyaman akan membuat perasaan anak juga lebih nyaman dan rileks. Hal ini bisa meminimalkan timbulnya emosi negatif, sehingga anak pun tidak merasa perlu untuk menggigit.

Jaga kondisi psikologisnya

Sejak dini orang tua perlu menjaga kondisi psikologis anak. Jika marah, hindari memarahinya dengan membentaknya atau merendahkan harga dirinya. Tegurlah perilakunya tanpa mencela dirinya. Selain itu, jika orang tua sedang ada masalah atau marahan, sebaiknya jangan diperlihatkan di hadapan si kecil.

Beri perhatian cukup

Kadang si kecil menggigigit untuk mencari perhatian. Karena itu berilah ia perhatian yang cukup. Sesekali (kalau tidak bisa sering), luangkanlah waktu untuk menemaninya bermain. Jaga jangan sampai anak kurang perhatian, lebih-lebih setelah ia punya adik. Sebagai orang tua, sebisa mungkin berlaku adillah, khususnya dalam memberikan perhatian kepada anak-anak.

Perhatikan pola makannya

Anak harus dibiasakan untuk makan secara teratur, dan jaga agar jangan sampai ia kelaparan. Sebab, bisa jadi anak menggigit untuk memberi tahu bahwa ia lapar. Selain itu, pola makan yang baik dan teratur juga akan sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Berikan waktu istirahat yang cukup

Kondisi fisik yang lelah bisa mempengaruhi emosi anak. Karena itu anak harus dijaga jangan sampai kelelahan. Berikan waktu istirahat yang cukup untuknya. Misalnya dengan menyuruhnya tidur siang minimal 2 jam, dan tidur malam sehabis isya’, jangan terlalu malam.

Latih anak untuk berkomuniksi dan mengungkapkan emosi

Agar tidak terbiasa menggigit, anak perlu dilatih berkomunikasi dan mengungkapkan emosi sejak dini. Rajin membacakan buku  cerita  merupakan salah satu cara yang efektif untuk melatih anak berkomunikasi.  

Semoga bermanfaat.

  

Seutuhnya… June 29, 2007

Posted by tintaungu in Rapuh.
add a comment

Bla..bla..bla..bla… (Reject)

     

Tiga Kenikmatan June 29, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Sumber : milis_warga_kulonprogo@yahoogroups

Pak Sadru, seorang perantau yang kerjanya berjualan sate di Jakarta. Ia hanya sempat pulang ke Madura dua kali dalam setahun. Istrinya tinggal di Madura karena harus mengurus orang tuanya yang sudah uzur dan sakit-sakitan. Seorang perantau lain yang datang ke Jakarta bersama seluruh anggota keluarganya, bertetangga dengan Pak Sadru.

Pada suatu ketika, orang itu berkunjung ke rumah Pak Sadru. Mereka saling mengutarakan pengalaman dan keadaan penghidupannya masing-masing. Di samping ngobrol tentang suka dukanya menjadi perantau. 

“Nikmat apa yang Anda dapatkan di sini kalau istri dan anak-anak Anda masih tinggal jauh di kampung?” tanya tamu itu.

“Justru karena kami berpisah berjauhan, saya dapat merasakan tiga kenikmatan,” jawab Pak Sadru. “Apa saja tiga macam kenikmatan itu?”

“Pertama, nikmatnya air mata perpisahan ketika saya hendak meninggalkan mereka. Kedua, air mata kerinduan ketika berada di rantau seperti sekarang ini. Yang ketiga, air mata pertemuan ketika saya pulang nanti. Ketiga macam nikmat seperti itu tidak mungkin Anda rasakan, karena Anda merantau bersama keluarga.”

  

Have You Ever Really Loved A Woman – by Bryan Adams June 29, 2007

Posted by tintaungu in Rindu.
add a comment

Hari-hari ini, lagi seneng banget muter lagu ini….

To really love a woman
To understand her – you gotta know her deep inside
Hear every thought – see every dream
‘N give her wings – when she wants to fly
Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
You know you really love a woman

When you love a woman you tell her that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
Cuz she needs somebody to tell her
that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
– really really ever loved a woman?

To really love a woman
Let her hold you –
til ya know how she needs to be touched
You’ve gotta breathe her – really taste her
Til you can feel her in your blood
N’ when you can see your unborn children in her eyes
You know you really love a woman

When you love a woman you tell her that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
Cuz she needs somebody to tell her
that you’ll always be together
So tell me have you ever really –
really really ever loved a woman?

You got to give her some faith – hold her tight
A little tenderness – gotta treat her right
She will be there for you, takin’ good care of you
You really gotta love your woman…

  

Anakku Sayang.. June 29, 2007

Posted by tintaungu in Reksa.
add a comment

Sabda Rasulullah S.A.W : ” Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buih laut ”  

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astagfirullah jika lidah tersilap perkataan yang tidak patut.

4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.

6. Mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

7.Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.  

Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa!    

  

Keinginan Manusia June 28, 2007

Posted by tintaungu in Rona.
add a comment

Keinginan manusia adalah seperti koin-koin kecil yang dibawanya dalam sebuah kantong. Semakin banyak yang dimiliki akan semakin memberatkan.

(Satya Sai Baba)

  

Ya Allah, Uang-Mu Jatuh… June 28, 2007

Posted by tintaungu in Riang.
add a comment

Ada seorang anak katakanlah namanya fulan yang rajin banget TPA di masjid. Lha untuk mendorong tuh anak biar tambah semangat diberi uang jajan dan untuk semangat sedekah diberi uang sedekah. Tangan kanan uang untuk jajan dan tangan kiri untuk dimasukin di kotak infaq di masjid, untuk sedekah gitu loh..

Lha namanya anak-anak seneng tho dengan yang namanya lari-lari, demikian juga fulan. Saking riangnya diberi uang, berangkat TPA sambil lari-lari dan gubrak, jatuh dekat got. Tenang-tenang sodara-sodara sekalian, fulan tidak jatuh kok ke got, tapi uang di tangan kiri jatuh di got. Dengan usaha yang sampai ngos-ngosan, fulan gak bisa ambil uang yang jatuh. Akhirnya dengan pasrah dia bilang:

“Ya Allah uang-Mu jatuh lho…”

Dua hari kemudian dia TPA lagi dan tetep diberi bekal uang tangan kanan uang untuk jajan dan tangan kiri untuk dimasukin di kotak infaq di masjid. Dan namanya anak-anak tetep aja dengan riang berangkat sambil lari-lari. Kali ini mengejar temannya yang sudah berangkat duluan. Dan gedubrak lagi deh. Jatuh di dekat got, dan uang di tangan kanan jatuh ke got, karena tidak bisa mengambil uang dari got dan fulan tetep pengin jajan maka dia bilang:

”Ya Allah ini uang-Mu, buat jajan aku ya…”