Yang Boleh Dilakukan Orang Yang Puasa August 31, 2008
Posted by tintaungu in Reksa, Tengok.add a comment
(Tulisan: Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid di almanhaj.or.id)
Seorang hamba yang taat serta paham Al-Qur’an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya dan tidak menginginkan kesulitan. Allah dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa, dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya. Inilah perbuatan-pebuatan tersebut beserta dalil-dalilnya.
[1]. Memasuki Waktu Subuh Dalam Keadaan Junub
Di antara perbuatan Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah masuk fajar dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat.
Dari Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma.
“Artinya : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, kemudian ia mandi dan berpuasa” [Hadits Riwayat Bukhari 4/123, Muslim 1109]
[2]. Bersiwak
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu” [Hadits Riwayat Bukhari 2/311, Muslim 252 semisalnya].
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengkhususkan bersiwak untuk orang yang puasa ataupun yang lainnya, hal ini sebagai dalil bahwa bersiwak itu diperuntukkan bagi orang yang puasa dan selainnya ketika wudlu dan shalat. [Inilah pendapat Bukhari Rahimahullah, demikian pula Ibnu Khuzaimah dan selain keduanya. Lihat Fathul Bari 4/158, Shahih Ibnu Khuzaimah 3/247, Syarhus Sunnah 6/298]
Demikian pula hal ini umum di seluruh waktu sebelum zawal (tergelincir matahari) atau setelahnya. Wallahu ‘alam.
[3]. Berkumur Dan Istinsyaq
Karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkumur dan beristinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam keadan puasa, tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika beristinsyaq.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : … Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali dalam keadaan puasa” [1]
[4]. Bercengkrama Dan Mencium Isteri
Aisyah Radhiyallahu ‘anha pernah berkata.
“Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium dalam keadaan berpuasa dan bercengkrama dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling bisa menahan diri” [Hadits Riwayat Bukhari 4/131, Muslim 1106]
“Kami pernah berada di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, datanglah seorang pemuda seraya berkata, “Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?” Beliau menjawab, “Tidak”. Datang pula seorang yang sudah tua dan dia berkata : “Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?”. Beliau menjawb : “Ya” sebagian kami memandang kepada teman-temannya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang tua itu (lebih bisa) menahan dirinya”.[2]
[5]. Mengeluarkan Darah dan Suntikan Yang Tidak Mengandung Makanan[3]
Hal ini bukan termasuk pembatal puasa, lihat pada pembahasan halaman 50.
[6]. Berbekam
Dahulu berbekam merupakan salah satu pembatal puasa, namun kemudian dihapus dan telah ada hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau berbekam ketika puasa. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.
“Artinya : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam, padahal beliau sedang berpuasa” [Hadits Riwayat Bukhari 4/155-Fath, Lihat Nasikhul Hadits wa Mansukhuhu 334-338 karya Ibnu Syahin]
[7]. Mencicipi Makanan
Hal ini dibatasi, yaitu selama tidak sampai di tenggorokan berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.
“Artinya : Tidak mengapa mencicipi sayur atau sesuatu yang lain dalam keadaan puasa, selama tidak sampai ke tenggorokan” [Hadits Riwayat Bukhari secara mu'allaq 4/154-Fath, dimaushulkan Ibnu Abi Syaibah 3/47, Baihaqi 4/261 dari dua jalannya, hadits ini Hasan. Lihat Taghliqut Ta'liq 3/151-152]
[8]. Bercelak, Memakai Tetes Mata Dan Lainnya Yang Masuk Ke Mata
Benda-benda ini tidak membatalkan puasa, baik rasanya yang dirasakan di tenggorokan atau tidak. Inilah yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam risalahnya yang bermanfaat dengan judul Haqiqatus Shiyam serta murid beliau yaitu Ibnul Qayim dalam kitabnya Zadul Ma’ad, Imam bukhari berkata dalam shahhihnya[4] : “Anas bin Malik, Hasan Al-Bashri dan Ibrahim An-Nakha’i memandang, tidak mengapa bagi yang berpuasa”.
[9]. Mengguyurkan Air Ke Atas Kepala Dan Mandi
Bukhari menyatakan dalam kitab Shahihnya[5] Bab : Mandinya Orang Yang Puasa, Umar membasahi [6] bajunya kemudian dia memakainya ketika dalam keadaan puasa. As-Sya’bi masuk kamar mandi dalam keadaan puasa. Al-Hasan berkata : “Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air dingin dalam keadaan puasa”.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan. [7]
[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note.
[1]. Hadits Riwayat Tirmidzi 3/146, Abu Daud 2/308, Ahmad 4/32, Ibnu Abi Syaibah 3/101, Ibnu Majah 407, An-Nasaai no. 87 dari Laqith bin Shabrah, sanadnya SHAHIH.
[2]. Hadits Riwayat Ahmad 2/185,221 dari jalan Ibnu Lahi’ah dari yazid bin Abu Hubaib dari Qaushar At-Tufibi darinya. Sanadnya dhaif karena dhaifnya Ibnu Lahi’ah, tetapi punya syahid (pendukung) dalam riwayat Thabrani dalam Al-Kabir 11040 dari jalan Habib bin Abi Tsabit dari Mujahid dari Ibnu Abbas, Habib seorang mudallis dan telah ‘an-’anah, dengan syahid ini haditsnya menjadi hasan, lihat Faqih AL-Mutafaqih 192-193 karena padanya terdapat hadits dari jalan-jalan yang lain.
[3]. Lihat Risalatani Mujizatani fiz Zakati washiyami hal.23 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah.
[4]. (4/153-Fath) hubunan dengan Mukhtashar Shahih Bukhari 451 karya Syaikh kami Al-Albani Rahimahullah, dan Taghliqut Ta’liq 3/151-152.
[5]. Lihat maraji’ di atas
[6]. Membasahi dengan air untuk mendinginkan badannya karena haus ketika puasa.
[7]. Hadits Riwayat Abu Daud 2365, Ahmad 5/376,380,408,430 sanadnya shahih.
Mengelola Emosi August 30, 2008
Posted by tintaungu in Reksa, Tengok.add a comment
(Tulisan: dr. H. Inu Wicaksana, SpKJ di Harian Kedaulatan Rakyat, 30 Agustus 2008)
Emosi adalah salah satu unsur yang membentuk kepribadian manusia yang sangat berharga. Boleh dikata ini unsur yang berdiri sendiri, tapi juga sangat dipengaruhi pola pikir. Emosi sudah terbentuk sejak manusia dilahirkan.
Seorang bayi yang lahir kedua, merasa tidak nyaman dengan keadaan dunia yang tak senyaman dalam kandungan ibunya. Maka ia langsung menangis sekeras-kerasnya. Bila ada suatu rangsangan yang menyakiti dirinya, atau ia merasa lapar, bayi itu langsung menangis meronta-ronta.
Sesudah besar, pikiran semakin mempengaruhi emosinya. Bila ia memperoleh apa yang ia inginkan, pikirannya puas, emosinya pun bahagia. Tapi bila pikirannya mengharapkan sesuatu dan terbentur suatu hal, emosinya pun kecewa, frustrasi sedih atau marah. Maka dapatlah dikatakan, mengendalikan emosi sesungguhnya adalah mengendalikan pikiran kita, karena sampai batas tertentu pikiran bisa menguasai emos.
Yang menjadi problem adalah seringkali emosi tak bisa dikendalikan oleh pikiran kita, meski kita ingin sekali menguasai atau mengelolanya. Di sinilah kadang emosi bergerak sendiri, sesuai karakter, sifat dan kepribadian kita.
Para ahli seperti Fehr san Russel menyatakan bahwa “Setiap orang tahu apa itu emosi, sampai dia diminta untuk memberikan definisi tentang emosi itu sendiri, setelah itu tidak seorangpun dari mereka yang mengetahuinya”. Ketika kita menggunakan istilah tersebut, emosi merupakan sebuah pengalaman rasa. Kita merasakan adanya emosi, kita tidak sekadar memikirkannya. Ketika seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang secara pribadi penting untuk kita, maka emosi kita akan meresponsnya, biasanya diikuti dengan pikiran yang ada hubungannya dengan perkataan tersebut, perubahan psikis dan hasrat untuk melakukan sesuatu. Bila ada seorang teman yang semena-mena menyuruh kita melakukan sesuatu, psikis kita mengalami perubahan, tekanan darah kita meninggi karena terpacu adrenalin dan kita siap untuk marah.
Emosi itu bisa menjadi positif, tetapi bisa juga negatif. Emosi yang positif secara personal menghasilkan perasaan yang menyenangkan. Apakah itu bangga, harapan, kelegaan, emosi ini akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Dalam interaksi dengan orang lain, emosi yang positif bisa membangun kedekatan, sebuah hubungan yang ditandai dengan keinginan baik, pemahaman dan perasaan menjadi bagian dari sebuah ‘kebersamaan’. Sebaliknya, perasaan marah, frustrasi dan emosi-emosi negatif lainnya secara personal menghasilkan perasaan susah, kecewa, sakit hati atau marah. Emosi-emosi ini kecil kemungkinannya digunakan untuk membangun kedekatan.
Emosi bisa mengalihkan perhatian dari persoalan pokok yang akan dibicarakan. Emosi bisa menghancurkan hubungan. Emosi bisa mengeksploitasi kita. Sebaliknya emosi positif bisa mempermudah terpenuhinya beberapa kepentingan yang substantif. Emosi positif bisa mempererat hubungan. Emosi positif tidak akan menambah risiko bahwa kita akan dieksploitasi.
Mematikan emosi, adalah suatu hal yang mustahil karena itu suatu hal yang alamiah. Demikian juga menghilangkan emosi. Emosi muncul sebagai reaksi atau respons manusia terhadap suatu rangsang eksternal maupun internal. Setiap rangsangan akan mendapat reaksi dari kita. Namun ada titik-titik waktu, yang bisa kita pikirkan, bagaimana bentuk reaksi yang kita ambil, inilah yang disebut respons, bentuk reaksi emosi yang sudah diatur oleh pikiran dengan pertimbangan yang bijak. Tentunya emosi yang timbul adalah emosi positif dan menguntungkan semua pihak, bukan emosi yang merusak segalanya.
Dengan demikian lebih baik perhatian kita arahkan kepada apa-apa yang membangkitkan reaksi emosi-emosi tersebut. Perhatian utama adalah keinginan manusia yang penting dalam semua hubungan antarmanusia. Keinginan itu sering kali tidak terucapkan, tetapi tidak kalah pentingnya jika dibandingkan dengan ketertarikan yang tampak.
Keinginan utama itu memberikan kerangka yang sangat kuat kepada kita untuk mengatasi emosi tanpa mendapatkan masalah dengannya. Ada lima keinginan yang merangsang, baik maupun buruk, munculnya berbagai emosi dalam sebuah interaksi manusia. Lima keinginan itu adalah apresiasi, afiliasi, otonomi, status dan peran.
Pelajaran Hari Ini May 5, 2008
Posted by tintaungu in Tengok.add a comment
Pelajaran Penting ke-1
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir.
Isi soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ? Saya yakin soal ini cuma “bercanda”. Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya… ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.
Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan “dihitung” atau tidak. “Tentu Saja Dihitung !!” kata si Profesor. “Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting! Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas “Hallo”!
Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah “Dorothy”.
Pelajaran Penting ke-2
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin numpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.
Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah: “Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat… hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu”
Tertanda, Ny.Nat King Cole.
Catatan :
Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA
Pelajaran penting ke-3
Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.
Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya,… harga satu ice cream sundae?” katanya. “50 sen…” balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya..
“Wah…Kalau ice cream yang biasa saja berapa?” katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini mulai tidak sabar. “35 sen” kata si pelayan sambil uring-uringan.
Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. “Bu… saya pesen yang ice cream biasa saja ya…” ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.
Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.
Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak”….
Pelajaran penting ke-4
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.
Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.
Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja.
Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan,tersembunyi kesempatan yang bias dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
Pelajaran penting ke-5
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang.
Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.
Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata “Baiklah… Saya akan melakukan hal tersebut…. asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku”.
Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar…katanya “Apakah saya akan langsung mati dokter…?”
Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah…bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya…
DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG
(Sumber: milis_warga_kulonprogo)
Enterobacter-sakazakii yang Diributkan itu… March 15, 2008
Posted by tintaungu in Tengok.add a comment
Informasi yang mungkin berguna bagi kita tentang Enterobacter sakazakii yang tengah diributkan minggu-minggu ini, dan semoga sedikit menjawab pertanyaan Dik Tutik (istriku tercinta) yang masih ragu tiap mau beli susu formula. Info diambil dari wikipedia indonesia dan dari penjelasan BPPOM.
Enterobacter sakazakii berkerabat dekat dengan Salmonella dalam keluarga Enterobacteriaceae , Gram negatif, oksidasi negatif, anaerob fakultatif, batang, tidak berspora dan akan mati dalam proses Pasteurisasi, motile (bergerak aktif), memfermentasi glukosa.
Enterobacter sakazakii dapat kita temukan di beberapa lingkungan industri makanan (pabrik susu, coklat, kentang, cereal, dan pasta), lingkungan berair, sediment tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain keju, sosis, daging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk. Serta pernah ditemukan pada beberapa jenis serangga, tikus, rumah sakit, dan organ serta cairan dari makhluk hidup.
Faktor yang mendukung pertumbuhan E. sakazakii yaitu: Nutrisi (ceceran powder, Carbon, Nitrogen, Sulfur, Fosfor, Vitamin, dan Trace element), Air (udara lembab), Oksigen (udara), Waktu untuk berkembang biak, Suhu yang sesuai. Susu Infant Milk formula (untuk 0-6 bulan) merupakan media yang potensial bagi infeksi E. sakazakii pada bayi, terutama bagi:
1. Bayi yang baru lahir sampai usia 28 hari.
2. Bayi premature
3. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
4. Bayi dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh
E. sakazakii sangat berbahaya bagi bayi pada kondisi diatas, karena dapat menyebabkan antara lain Meningitis (radang selaput otak), Necrotizing Enteroclitis (radang usus), Sepsis, Bacteremia (peningkatan jumlah bacteri dalam darah), Brain cyst (kista otak). Mikroorganisme yang menghasilkan koloni-koloni kuning pada TSA (Tryptone Soya Agar), menghasilkan positif α-glicosidase, reaksi Tween 80 esterase dan juga berbanding lurus dengan identifikasi dengan API 32E (profil biokimia dari E. sakazakii hampir serupa dengan E. cloacae kecuali memproduksi pigmen kuning, aktivitas α-glicosidase dan aktivitas Tween 80 esterase, E. sakazakii disebut sebagai E. cloacae yang berpigmen kuning.
***
Penjelasan BPPOM tentang Enterobacter sakazakii pada Susu Formula (26 Pebruari 2008) :
Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media cetak dan elektronik serta pertanyaan kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM mengenai Enterobacter sakazakii, dengan ini disampaikan penjelasan sebagai berikut:
1. Enterobacter sakazakii adalah bakteri gram-negatif yang tahan panas dan tidak membentuk spora.
2. Secara klinis cemaran Enterobacter sakazakii menimbulkan diare yang bila tidak diobati dapat menimbulkan dehidrasi yang dapat berakibat fatal.
3. Tahun 2005 World Health Assembly (WHA) menginformasikan kepada negara-negara anggota mengenai adanya kemungkinan cemaran mikroba Enterobacter sakazakii pada susu formula.
4. Pada tahun 2005 WHA mengeluarkan resolusi agar World Health Organization(WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO) menyiapkan pedoman, pesan edukasi dan pelabelan produk tentang penyiapan, penyimpanan dan penanganan susu formula.
5. Badan POM melakukan pengawasan susu formula melalui premarket evaluation sebelum pemberian izin edar dan post market control setelah produk beredar.
6. Pemeriksaan cemaran mikroba merupakan bagian dari pemeriksaan rutin Badan POM terhadap produk pangan (termasuk susu formula) disamping cemaran jamur, logam berat dan lain-lain.
7. Hasil pemeriksaan cemaran tidak dipublikasikan sebagaimana Prosedur Tetap (Protap) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan negara lainnya.
8. Tindak lanjut dilakukan dengan memanggil produsen untuk menarik produk dari peredaran untuk kemudian dimusnahkan. Produk tersebut baru boleh beredar kembali setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil memenuhi syarat.
9. Pemerintah sangat memperhatikan kemungkinan pencemaran mikroba dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Air Susu Ibu (ASI), agar pada usia 0-6 bulan bayi hanya diberi ASI.
10. Pada keadaan tertentu dibutuhkan susu formula agar penyiapannya dilakukan secara higienis termasuk penyiapan botol, kebersihan dot, dan air yang digunakan serta kebersihan penyaji.